Dompu, Radardemokrasi.com – Pendidikan bukan sekadar tentang angka di atas kertas atau keberhasilan menjawab soal di ruang kelas. Lebih dari itu, pendidikan juga tentang menanamkan nilai kebaikan, membangun kebiasaan positif, dan membentuk karakter anak sejak dini. Semangat inilah yang tercermin dalam kegiatan Imtaq rutin setiap Jumat di SDN 28 Melayu.
Kali ini, kegiatan keagamaan tersebut diisi dengan Solat Duha bersama. Melalui ibadah ini, para siswa diajak membiasakan diri mendekatkan hati kepada Allah SWT, sekaligus belajar tentang arti kedisiplinan, ketenangan, dan kebersamaan dalam menjalankan ajaran agama.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menghadirkan suasana pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga memperhatikan pembentukan karakter dan perkembangan spiritual peserta didik.
Di lingkungan sekolah, anak-anak tidak hanya membutuhkan pengetahuan untuk meraih prestasi. Mereka juga membutuhkan pembiasaan yang membantu membangun sikap santun, tanggung jawab, serta kesadaran menjalankan kewajiban sebagai umat beragama.
Melalui Solat Duha bersama, siswa memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan nilai-nilai keagamaan secara langsung. Rutinitas ini diharapkan menumbuhkan kesadaran bahwa ibadah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari kehidupan yang perlu dijalankan dengan kesungguhan dan keikhlasan.
Imtaq setiap Jumat juga menjadi ruang pembelajaran yang berbeda dari kegiatan belajar di kelas. Jika buku dan penjelasan guru memperkaya wawasan, pembiasaan ibadah membantu siswa mengenal nilai-nilai kebaikan melalui praktik nyata. Dari kebiasaan sederhana itulah, kedisiplinan dan karakter positif diharapkan tumbuh secara bertahap.
Bagi SDN 28 Melayu, pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi masa depan. Anak-anak diharapkan tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki keimanan, menghormati sesama, serta mampu menerapkan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini sekaligus mengingatkan bahwa membangun karakter tidak selalu harus dimulai dengan nasihat panjang. Keteladanan, pendampingan, dan kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi fondasi penting bagi perkembangan anak.
Melalui Imtaq Jumat dan Solat Duha bersama, SDN 28 Melayu terus menanamkan harapan agar para siswa tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan disiplin. Sebab, keberhasilan pendidikan bukan hanya terlihat dari apa yang diketahui seorang anak, tetapi juga dari nilai-nilai kebaikan yang tumbuh dalam sikap dan perilakunya. [Ab]


Komentar