Sumbawa, Radarsemomrasi.com -Taekwondo Sumbawa meraih 118 medali dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Taekwondo Nusa Tenggara Barat (NTB). Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, saat menerima kepulangan para atlet di Aula Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Senin (26/10/2026).
Dari total 118 medali yang diraih, sebanyak 55 merupakan medali emas, 55 medali perak, dan delapan medali perunggu. Hasil ini menjadi catatan membanggakan bagi Kabupaten Sumbawa sekaligus menunjukkan hasil pembinaan atlet, kerja keras pelatih, serta dukungan orang tua.
Penerimaan atlet tersebut turut dihadiri perwakilan pejabat Pemerintah Kabupaten Sumbawa, pengurus Taekwondo, para pelatih, atlet, dan orang tua. Mereka menjadi bagian dari lingkungan pendukung yang berperan dalam perjalanan para atlet hingga mampu bersaing di tingkat provinsi.
Dalam sambutannya, Mohamad Ansori menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah berjuang membawa nama daerah. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pelatih, pengurus, serta orang tua yang mendampingi proses latihan dan perkembangan atlet, termasuk mereka yang masih menempuh pendidikan.
Menurut Ansori, prestasi tidak datang secara instan. Hasil yang diraih merupakan buah dari latihan konsisten, kedisiplinan, kerja keras, dan dukungan berbagai pihak. Karena itu, ia mengingatkan para atlet agar tidak cepat berpuas diri dan terus meningkatkan kemampuan.
“Jangan pernah kendor dalam berlatih. Terus tingkatkan kemampuan, jaga kedisiplinan, dan jangan cepat berpuas diri dengan prestasi yang sudah diraih. Kita berharap atlet-atlet Taekwondo Sumbawa dapat terus berprestasi dan membawa harum nama Kabupaten Sumbawa yang kita cintai,” pesannya.
Taekwondo Sumbawa diharapkan mampu mempertahankan capaian tersebut sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya, termasuk di tingkat nasional. Ansori menegaskan, menjadi atlet bukan hanya soal kemampuan bela diri, tetapi juga tentang sportivitas, pengendalian diri, dan kedisiplinan.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa, lanjutnya, terus memikirkan langkah strategis untuk memperkuat pembinaan olahraga. Dukungan diharapkan terbangun melalui kerja sama pemerintah daerah, lembaga olahraga, pengurus cabang, pelatih, serta pihak terkait lainnya.
Salah satu perhatian yang disampaikan ialah kemungkinan dukungan pendidikan, termasuk beasiswa bagi atlet berprestasi yang masih bersekolah maupun menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Upaya ini diharapkan membantu atlet mengembangkan kemampuan olahraga tanpa mengabaikan pendidikan dan persiapan masa depan.
Ansori juga berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi cabang olahraga lain untuk meningkatkan pembinaan dan melahirkan atlet yang mampu bersaing di berbagai tingkatan. Bagi para atlet, 118 medali bukan garis akhir, melainkan modal untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Prestasi olahraga membutuhkan latihan berkelanjutan, fasilitas memadai, serta dukungan yang konsisten. Tantangan pemerintah daerah selanjutnya adalah menerjemahkan apresiasi menjadi pola pembinaan nyata agar potensi atlet Sumbawa dapat berkembang dan prestasi tidak berhenti pada satu kejuaraan.


Komentar