Hukum
Beranda / Hukum / Markas Judi Online Internasional di Hayam Wuruk Digerebek, Interpol: Indonesia Jadi Target Pergeseran Basis Kejahatan

Markas Judi Online Internasional di Hayam Wuruk Digerebek, Interpol: Indonesia Jadi Target Pergeseran Basis Kejahatan

Brigjen Pol. Untung Widyatmoko, Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, saat memberikan keterangan pers pada 9 Mei 2026. (Polri.go.id)
Brigjen Pol. Untung Widyatmoko, Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, saat memberikan keterangan pers pada 9 Mei 2026. (Polri.go.id)

JAKARTA, Radardemokrasi.com – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bersama NCB Interpol Indonesia berhasil membongkar aktivitas perjudian daring (online) berskala internasional yang bermarkas di sebuah gedung di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat.

Pengungkapan ini mengejutkan banyak pihak karena lokasi tersebut tidak diduga menjadi pusat operasi kejahatan transnasional.

Langkah tegas ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam memberantas jaringan gambling online yang mulai mengalihkan basis operasinya ke wilayah Indonesia.

Melansir keterangan resmi dari kanal YouTube Kompas TV, Minggu (10/5/2026), pihak NCB Interpol Jakarta mengungkapkan bahwa saat ini terjadi tren pergeseran pola operasi tindak pidana daring dari negara-negara di Asia Tenggara menuju Indonesia.

Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Brigjen Pol. Untung Widyatmoko menjelaskan, bahwa setelah penertiban besar-besaran di wilayah seperti Myanmar, Kamboja, Laos, dan Vietnam yang selama ini menjadi basis utama scamming dan judi online, para pelaku kini mulai melirik Indonesia sebagai tempat persembunyian baru.

Di Tengah Temuan LHP Rp650 Juta, Kades M.J. Justru Didukung Warga Demo Desak Audit Dibatalkan

“Hari ini ada di Jakarta di Hayam Wuruk, jika rekan-rekan melihat situasi sangat tidak diduga bahwa di dalamnya terdapat aktivitas-aktivitas tindak pidana dalam hal ini adalah gambling online,” ungkap Untung, dalam konferensi pers tersebut.

Polri mencatat bahwa server-server yang tadinya berada di wilayah konflik atau zona khusus seperti Sihanoukville (Kamboja) hingga Myawaddy (Myanmar) kini mulai digeser masuk ke wilayah nusantara, termasuk yang ditemukan di Bogor, Batam, dan terbaru di Jakarta.

Sasaran dari jaringan ini tidak hanya masyarakat internasional, tetapi juga menyasar warga negara Indonesia. Pihak kepolisian menegaskan bahwa kolaborasi antar-lembaga sangat krusial untuk memutus rantai kejahatan ini.

“Pola-pola inilah yang tentunya kami melakukan kolaborasi karena kami sadar tidak mungkin hanya Polri yang bisa bekerja sendiri,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Polri telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk memperketat pengawasan terhadap warga negara asing yang masuk dalam kategori Subject of Interest (SOI), terutama mereka yang memiliki jejak digital terkait kejahatan siber transnasional.

Dugaan Penyelewengan Dana BOS SMAN 1 Kempo, Kejati NTB Mulai Lakukan Pendalaman

Penertiban di negara-negara tetangga telah membuat para sindikat ini mencari celah di wilayah Indonesia.

“…sekarang ditertibkan dan mulai digeser ke wilayah Indonesia,” tambahnya.

Saat ini, penyidik Bareskrim Polri masih terus melakukan pendalaman untuk memburu otak di balik jaringan Hayam Wuruk tersebut serta memetakan aliran dana yang dihasilkan dari aktivitas ilegal ini.

Komentar