Mataram, Radardemokrasi.com – Pemerintah Provinsi NTB terus mendorong percepatan transisi menuju energi bersih melalui pemanfaatan kendaraan listrik.
Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pembukaan Pameran Mobil dan Motor Listrik yang diselenggarakan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Office Denpasar di Halaman Kantor Gubernur NTB, Sabtu (20/6).
Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada BSI atas inisiatifnya mendukung agenda pembangunan berkelanjutan melalui penyelenggaraan pameran kendaraan listrik.
Menurut Abul Chair, Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen menjadi salah satu pelopor dalam implementasi penggunaan kendaraan listrik di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat.
Penggunaan kendaraan listrik, katanya, bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi atau tren gaya hidup, tetapi merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan serta mengurangi emisi karbon.
“Pak Gubernur selalu mengingatkan bahwa mobil listrik ini bukan sekadar gaya hidup modern, tetapi bagian dari ikhtiar kita menjaga lingkungan, menjaga kualitas udara, serta mewujudkan pembangunan yang lebih ramah lingkungan,” katanya.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi harus disikapi secara bijaksana agar mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat sekaligus tetap menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Kemajuan teknologi ibarat aliran sungai. Kalau kita hanya diam, kita akan hanyut. Kalau kita berdiri saja, kita akan tertinggal. Tetapi jika kita mengikuti sekaligus mengendalikan arahnya, insyaallah kita akan sampai pada tujuan yang baik,” ungkapnya.
Sekda menjelaskan bahwa penggunaan kendaraan listrik di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB merupakan salah satu langkah nyata dalam mendukung transisi energi bersih. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan, terutama terkait penyediaan infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya.
Karena itu, ia berharap pameran kendaraan listrik dapat menjadi sarana edukasi sekaligus meningkatkan minat masyarakat untuk beralih ke moda transportasi yang lebih ramah lingkungan.
“Semoga semakin banyak masyarakat yang peduli, semakin banyak yang tertarik beralih kepada gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Nantinya mungkin kita tidak lagi bertanya ‘sudah isi bensin belum?’, tetapi ‘sudah dicas belum?’,” ujarnya disambut senyum para peserta.
Sementara itu, Area Manager BSI Denpasar, Tito Indratno, mengatakan pameran tersebut merupakan bentuk dukungan BSI terhadap program pemerintah dalam mempercepat penggunaan energi bersih sekaligus mengurangi emisi karbon.
Menurutnya, kendaraan listrik menjadi salah satu solusi menuju sistem transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam membangun ekonomi hijau.
“Kegiatan ini kami selenggarakan untuk mendukung program bumi hijau, ramah lingkungan, dan efisien. Mudah-mudahan masyarakat NTB semakin tertarik menggunakan kendaraan listrik sehingga bersama-sama kita dapat mengurangi polusi dan menjaga lingkungan,” ujar Tito.
Melalui penyelenggaraan pameran ini, Pemerintah Provinsi NTB berharap semakin banyak masyarakat mengenal manfaat kendaraan listrik serta memanfaatkan fasilitas pembiayaan syariah untuk memiliki kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
Dengan demikian, upaya mewujudkan NTB yang hijau, bersih, dan berkelanjutan dapat berjalan semakin optimal.
Pameran tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan kendaraan listrik sebagai solusi transportasi masa depan. Selain menawarkan berbagai pilihan mobil dan motor listrik, kegiatan itu juga membuka akses informasi mengenai skema pembiayaan syariah yang dinilai mampu mempermudah masyarakat memiliki kendaraan rendah emisi.
Pemerintah Provinsi NTB berharap kolaborasi dengan sektor perbankan dan dunia usaha dapat mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan listrik di daerah, sehingga target pembangunan berkelanjutan, pengurangan emisi karbon, serta peningkatan kualitas lingkungan dapat tercapai secara bertahap.


Komentar