Mataram, Radardemokrasi.com – Ekonomi NTB kembali mencuri perhatian nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Nusa Tenggara Barat pada Triwulan I-2026 tumbuh 13,64 persen secara tahunan atau year-on-year (y-on-y), menjadikannya yang tertinggi di kawasan Bali dan Nusa Tenggara.
Ekonomi NTB menjadi pokok pembahasan dalam audiensi Kepala BPS NTB, Wahyudin, bersama Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, di Kantor Gubernur, Senin (3/8). Pertemuan itu menegaskan pentingnya membangun narasi pembangunan yang bertumpu pada data sekaligus membangkitkan optimisme masyarakat.
Menurut Gubernur Iqbal, statistik tidak boleh berhenti sebagai deretan angka. Data harus diterjemahkan menjadi arah kebijakan yang dipahami publik sehingga mampu memperkuat kepercayaan terhadap masa depan daerah. Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah dan BPS akan diperkuat sebelum setiap rilis data resmi.
Ekonomi NTB yang tumbuh pesat ditopang beroperasinya smelter PT Amman Mineral Nusa Tenggara, peningkatan aktivitas pertambangan, industri pengolahan, jasa keuangan, hingga sektor akomodasi dan makan minum.
Sektor pertambangan menyumbang pertumbuhan terbesar sebesar 4,56 persen, disusul industri pengolahan 2,97 persen dan pertanian 2,34 persen.
Ekonomi NTB juga tercermin dari indikator lain. Tingkat Pengangguran Terbuka turun menjadi 2,99 persen pada Februari 2026. Pariwisata mencatat 1,24 juta tamu menginap selama Januari-Juni 2026, sementara inflasi tetap terkendali pada level 3,55 persen.
Di sisi lain, Kepala BPS NTB Wahyudin menyampaikan Sensus Ekonomi 2026 telah mencapai lebih dari 78 persen. Dompu menjadi daerah dengan progres pendataan tertinggi sekitar 92 persen. Ia menegaskan seluruh data dijamin kerahasiaannya dan tidak berkaitan dengan perpajakan.
Ekonomi NTB diharapkan terus tumbuh inklusif melalui pengendalian inflasi, penguatan produksi hortikultura, pemberdayaan koperasi, UMKM, serta hilirisasi industri. Sinergi pemerintah dan BPS diyakini menjadi fondasi penting agar pertumbuhan ekonomi benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh NTB.
Selain itu, keberhasilan menjaga laju pertumbuhan ekonomi diharapkan mampu menarik investasi baru, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan daya saing daerah, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci agar capaian positif tersebut terus berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.


Komentar