Sumbawa, Radardemokrasi.com – Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., meminta peringatan HUT ke-81 Palang Merah Indonesia tidak berhenti pada seremoni dan tepuk tangan. Ukuran keberhasilannya, kata dia, adalah manfaat yang terasa di tengah masyarakat.
Pesan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan HUT ke-81 PMI Kabupaten Sumbawa di Markas PMI Sumbawa, Kamis, 17 September 2026. Peringatan tersebut dirangkai dengan khitan massal, pengobatan gratis, dan donor darah.
Bupati mengapresiasi PMI Sumbawa yang memilih merayakan ulang tahun dengan kegiatan sosial.
Menurut dia, khitan massal sedikitnya meringankan beban keluarga yang harus mengeluarkan biaya jika layanan itu dilakukan secara mandiri.
“Peringatan ulang tahun tidak selalu dirayakan dengan ceremony. Yang paling penting adalah kegiatan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Jarot.
Ia juga menegaskan dukungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa terhadap pelayanan kemanusiaan PMI. Salah satunya melalui bantuan alat refrigerated centrifuge yang disebut menopang sekitar 70 persen produksi darah merah.
Di sela kegiatan, suasana dibuat lebih teduh. Bertepatan dengan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, Bupati mengajak majelis taklim bershalawat Badar untuk menenangkan 106 anak peserta khitan massal.
Ketua PMI Kabupaten Sumbawa, Andi Rusni, SE., M.M., menyebut usia 81 tahun bukan sekadar angka sejarah. Baginya, angka tersebut merupakan jejak panjang pengabdian kemanusiaan yang belum boleh berhenti.
Dalam tiga hingga empat tahun terakhir, PMI Sumbawa mencatat sejumlah kegiatan. Hampir dua juta liter air bersih didistribusikan untuk penanggulangan bencana.
Lebih dari 8.000 kantong darah diproduksi. Lebih dari 100 desa didatangi untuk distribusi air dan sosialisasi El Nino. Ratusan warga juga memperoleh pengobatan gratis.
Untuk khitan massal, panitia awalnya mencatat 103 peserta.
Jumlah itu bertambah menjadi 106 anak. Sebanyak 102 kain sarung disebut berasal dari Bank NTB Syariah melalui Bupati Sumbawa.
Andi menegaskan capaian tersebut bukan hasil kerja satu orang.
Relawan, pengurus, pegawai, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi bagian dari kerja bersama.
“Selama masih ada napas dan jantung masih memompa darah, pengabdian itu harus terus berjalan,” ujarnya.
Usai rangkaian acara, Bupati Sumbawa bersama Ketua PMI Kabupaten Sumbawa meninjau langsung pelaksanaan khitan massal. Di tempat itu, makna HUT PMI tampak sederhana: bukan panggung yang menjadi pusat perhatian, melainkan anak-anak yang menerima layanan dan keluarga yang pulang membawa sedikit kelegaan.


Komentar