Lombok Timur, Radardemokrasi.com – Bunda PAUD NTB, Sinta M. Iqbal, menyoroti pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dan pendampingan penggunaan gawai di era digital. Pesan itu disampaikannya saat menghadiri penamatan TK IT HAER TGH. Umar Kelayu yang dirangkaikan dengan penyerahan santunan bagi anak yatim piatu dan penyandang disabilitas di Desa Leting, Kabupaten Lombok Timur.
Dalam kegiatan yang berlangsung melalui kolaborasi dengan Dinas Sosial P3A Provinsi NTB tersebut, diserahkan tiga unit kursi roda kepada penyandang disabilitas serta santunan bagi anak yatim piatu. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial terhadap kelompok rentan di daerah.
Dalam sambutannya, Bunda PAUD NTB mengapresiasi para pendidik yang selama ini mendampingi anak usia dini. Menurut dia, pendidikan taman kanak-kanak merupakan fondasi penting dalam membangun kecintaan anak terhadap proses belajar sejak dini.
“Di sinilah mereka mulai mengenal bangku sekolah. Kalau anak-anak ini di TK bahagia, insyaallah ke depannya saat masuk SD dan SMP mereka juga akan senang,” kata Sinta.
Ia juga menyoroti fenomena fatherless parenting yang dinilai semakin menjadi perhatian. Menurutnya, kondisi tersebut tidak selalu berarti ayah tidak hadir di rumah, melainkan ketika peran ayah dalam pengasuhan anak belum berjalan secara optimal.
“Saat ini di provinsi kita sedang mengalami masa fatherless parenting, di mana bapaknya ada di rumah, tapi tidak ikut dalam pola pengasuhan anak-anaknya,” ujarnya.
Sinta menegaskan bahwa peran ayah memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter, rasa percaya diri, serta perkembangan psikologis anak. Ia mendorong para ayah untuk meluangkan waktu berkualitas bersama anak, meskipun tidak harus dalam durasi yang panjang.
“Misalnya menemani anak tidur dan membacakan cerita, sehingga ada interaksi antara anak dengan bapak. Dari studi para pakar pendidikan, rasa percaya diri biasanya tumbuh dari banyaknya interaksi dengan ayahnya,” katanya.
Selain menekankan pentingnya pengasuhan anak yang melibatkan kedua orang tua, Sinta juga mengingatkan keluarga agar aktif mendampingi anak saat menggunakan gawai. Menurut dia, pendampingan sangat diperlukan agar anak tidak menerima informasi yang keliru dari ruang digital.
Sebagai Bunda Literasi NTB, ia meminta para orang tua untuk membangun komunikasi dengan anak mengenai konten yang mereka akses melalui gawai. Informasi pertama, kata dia, sebaiknya diperoleh anak dari lingkungan keluarga agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam memahami berbagai informasi di era digital.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga asupan gizi bagi anak usia dini sebagai bekal menyongsong generasi emas NTB pada masa mendatang.
Sementara itu, Pengurus TK IT HAER TGH. Umar Kelayu, Usman, mengatakan jumlah peserta didik di lembaganya terus bertambah seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat. Tahun ini, sebanyak 37 siswa dinyatakan lulus dan melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah dasar.
“Alhamdulillah sampai sekarang siswa-siswi kita berjumlah 111 anak. Bukan hanya dari Desa Leting, tetapi juga dari desa-desa tetangga,” kata Usman.
Kegiatan yang turut dihadiri perwakilan Dinas Sosial P3A Provinsi NTB dan Pokja II Bunda PAUD Kabupaten Lombok Timur itu menjadi momentum untuk menguatkan pengasuhan anak yang kolaboratif, perlindungan anak di era digital, serta kepedulian terhadap kelompok rentan demi mewujudkan generasi NTB yang sehat, cerdas, dan berkarakter.


Komentar