Lombok Timur, Radardemokrasi.com – MBG Gerakkan Ekonomi menjadi sorotan dalam dialog publik bertema MBG dalam Perspektif Baru: Antara Kepentingan Rakyat atau Beban APBN yang digelar pada Ahad malam, 5 Juli. Sekretaris Daerah Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik menegaskan program tersebut memiliki dampak luas, mulai dari peningkatan kualitas kesehatan hingga perputaran ekonomi daerah.
Menurut Juaini Taofik, MBG Gerakkan Ekonomi sekaligus bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi bagi peserta didik dari jenjang PAUD hingga pendidikan menengah dan pesantren. Sasaran program juga mencakup balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta masyarakat dari keluarga kurang mampu maupun yang tinggal di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Ia menjelaskan, dari sudut pandang manajemen publik, MBG Gerakkan Ekonomi tidak cukup dipahami sebagai administrasi pemerintahan semata. Program ini merupakan bagian dari administrasi pembangunan yang menuntut orientasi pada solusi, fleksibilitas pelaksanaan, serta capaian nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
Kabupaten Lombok Timur saat ini menjadi salah satu daerah dengan lokus pelaksanaan MBG terbanyak. Karena itu, MBG Gerakkan Ekonomi perlu diukur dampak riilnya melalui penelitian akademik. Sekda mendorong perguruan tinggi dan mahasiswa melakukan riset agar hasilnya menjadi dasar evaluasi sekaligus penyempurnaan kebijakan pada masa mendatang.
Juaini juga meluruskan anggapan bahwa program tersebut membebani keuangan daerah. Ia menegaskan seluruh pembiayaan MBG berasal dari APBN, bukan APBD. Menurutnya, MBG Gerakkan Ekonomi karena menghadirkan aktivitas ekonomi baru yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Di Lombok Timur terdapat 262 unit dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyerap tenaga kerja lokal.
Alokasi anggaran untuk gaji karyawan, pengelola SPPG, dan relawan mencapai lebih dari Rp29 miliar. Sementara belanja pemenuhan makanan menembus lebih dari 132 miliar setiap bulan. Besarnya perputaran dana itu menunjukkan MBG Gerakkan Ekonomi tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas usaha.
Keberhasilan program ini diharapkan menjadi pijakan memperkuat kualitas SDM, kesejahteraan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan daerah.


Komentar