Mataram, Radardemokrasi.com – Literasi NTB menjadi semangat yang digaungkan dalam Dialog Kebijakan I Wikithon Partisipasi Publik yang digelar BASAibu Wiki-NTB bersama Yayasan Youth Eco Indonesia di Aula Inovasi PLUT KUKM NTB, Selasa (21/7).
Forum tersebut menjadi ruang bertemunya pemerintah, komunitas, dan generasi muda untuk merumuskan strategi memperkuat budaya literasi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta kawasan miskin ekstrem di Nusa Tenggara Barat.
Bunda Literasi NTB, Sinta M. Iqbal, menegaskan tantangan literasi saat ini bukan lagi sekadar meningkatkan minat membaca. Yang lebih penting adalah membangun kemampuan memahami, menganalisis, serta merefleksikan informasi agar melahirkan generasi yang kritis dan mampu menghadapi perubahan zaman.
Menurut Sinta, anak muda memiliki posisi strategis karena mampu menjangkau masyarakat hingga pelosok desa melalui pendekatan yang lebih dekat dan kreatif. Karena itu, pemerintah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan komunitas literasi dan relawan yang selama ini bergerak langsung di tengah masyarakat.
Dalam dialog tersebut, isu pencegahan perkawinan anak juga menjadi perhatian. Sinta menilai penguatan literasi berkaitan erat dengan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta perlindungan anak. Literasi menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Perwakilan Yayasan Youth Eco Indonesia, Hendra Adiguna, mengatakan Wikithon dirancang sebagai wadah partisipasi publik agar gagasan anak muda tidak berhenti sebagai tulisan, melainkan berkembang menjadi rekomendasi kebijakan yang dapat diwujudkan.
Tahun ini, sebanyak 358 karya opini berhasil dihimpun dari berbagai daerah di NTB. Sebanyak 16 peserta terbaik mengikuti tahap inkubasi dan dialog kebijakan untuk menyempurnakan ide-ide yang dinilai paling berdampak.
Salah satu hasil nyata program tersebut ialah lahirnya Perpustakaan Keliling Toko Angel di Desa Genggelang, Lombok Utara. Program yang berawal dari gagasan peserta Wikithon itu kini telah melayani lebih dari 150 anak di lima dusun.
Pemerintah Provinsi NTB berharap kolaborasi lintas sektor terus diperkuat sehingga ide-ide inovatif anak muda mampu diterjemahkan menjadi program nyata yang memperluas akses literasi, terutama di wilayah 3T dan daerah dengan keterbatasan layanan pendidikan.


Komentar