Lombok Tengah, Radardemokrasi.com – Sinta Duduk Bersama Warga Sade, Mengajak Bangkit Usai Kebakaran. Ketua TP PKK Provinsi NTB Sinta M. Iqbal memilih cara sederhana untuk menyapa warga Dusun Sade, Rabu, 2 September 2026. Ia duduk bersama para ibu di tengah proses pemulihan permukiman yang dilanda kebakaran.
Pertemuan bertajuk “Merujak Bersama Ibu Sinta” itu bukan forum resmi dengan meja panjang dan susunan acara kaku. Sinta datang untuk mendengar. Cerita warga mengalir, mulai dari kondisi tempat tinggal, kebutuhan anak, hingga keresahan setelah musibah.
Kegiatan tersebut diinisiasi TP PKK Provinsi NTB bersama Chili Community House, dengan melibatkan TP PKK Kabupaten Lombok Tengah. Semangat yang dibawa sederhana: mari duduk bersama, saling mendengar, berbagi pengalaman, dan tumbuh bersama untuk anak-anak.
“Ibu-ibu ini yang harus tetap kuat dalam kondisi apa pun. Karena itu hari ini kita ingin mendengar dan berbagi bersama,” ujar Sinta.
Memasuki hari kesembilan pascakebakaran, ia mengajak warga perlahan kembali menjalani rutinitas. Bukan menghapus luka, melainkan belajar hidup di tengah keadaan yang berubah.
“Mulai sekarang ibu-ibu sudah harus belajar hidup dengan lebih normal, dengan kondisi yang tidak normal,” katanya.
Sinta kemudian menyoroti kebersihan lingkungan hunian baru. Tempat sampah yang disiapkan pemerintah diminta dimanfaatkan. Kebiasaan bersih, menurut dia, harus ditanamkan sejak anak-anak.
Ia juga meminta orang tua menjauhkan anak dari area bekas kebakaran. Debu, besi, dan pecahan kaca masih mengintai.
“Jangan sampai anak sudah sehat dari musibah kebakaran, tetapi kemudian terkena infeksi karena bermain di lokasi yang belum aman,” ujarnya.
Pendidikan ikut menjadi perhatian. Sinta bersyukur anak-anak telah kembali bersekolah. Orang tua diminta memastikan mereka mengikuti pembelajaran dan tidak kembali berjualan ketika jam sekolah.
Ia juga meminta keluarga memberi ruang belajar bagi anak yang kesulitan membaca. Penggunaan telepon seluler perlu diatur. Buku dan alat mewarnai, kata Sinta, lebih bermanfaat untuk mendampingi tumbuh kembang anak.
Pertemuan di Sade akhirnya bukan sekadar acara merujak. Ia menjadi ruang mendengar sekaligus menyusun harapan. Sinta berharap pembangunan kembali Dusun Sade menjadi momentum memperbaiki kualitas hidup masyarakat.


Komentar