Mataram, Radardemokrasi.com – GPM HUT TVRI, NTB Tebar Pangan Murah, Inflasi Tak Dibiarkan Liar menjadi gambaran kehadiran pemerintah di tengah kebutuhan masyarakat yang terus bergerak.
Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar di halaman LPP TVRI NTB, Mataram, Rabu, 2 September 2026.
Program itu bukan sekadar lapak pangan murah. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mencoba menjadikan GPM sebagai salah satu instrumen menjaga pasokan sekaligus meredam gejolak harga yang bisa menggerus daya beli masyarakat.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Badan Pangan Nasional, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Bulog, ID FOOD, pelaku usaha pangan, distributor, serta pelaku UMKM. Berbagai kebutuhan pangan disediakan agar masyarakat dapat berbelanja dengan harga yang lebih terjangkau.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah, mengatakan GPM merupakan bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Di saat yang sama, kegiatan tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas harga pangan.
Pesannya sederhana: masyarakat diminta berbelanja secara bijak dan membeli sesuai kebutuhan. Sebab, keseimbangan antara pasokan dan konsumsi menjadi bagian penting dalam menjaga harga tetap terkendali.
NTB juga terus didorong mempertahankan posisinya sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional. Karena itu, urusan pangan tak berhenti pada harga murah di pasar, tetapi juga menyangkut kesinambungan pasokan dari hulu hingga hilir.
GPM kali ini memiliki wajah yang lebih ramai. Selain pangan terjangkau, warga memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan dan mata secara gratis. Bantuan sosial turut disalurkan bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian syukuran HUT ke-64 TVRI, HUT ke-19 TVRI NTB, dan HUT ke-33 Kota Mataram.
Di tengah perayaan ulang tahun tiga momentum itu, pesan pemerintah tetap sama: pangan jangan menjadi barang mewah. Harga terkendali, pasokan aman, dan daya beli warga harus dijaga.
Sebab, ketika harga pangan bergerak liar, yang pertama kali merasakan dampaknya bukan angka statistik, melainkan meja makan masyarakat.
Warga sekitar menyambut GPM dengan antusias. Mereka menilai pangan murah sangat membantu kebutuhan keluarga, terutama ketika harga kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan.


Komentar