Mataram, Radardemokrasi.com – Rangkaian puncak Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat berlangsung di Kantor TP PKK Provinsi NTB, Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan itu tidak berhenti pada seremoni organisasi. Gerakan Pangan Murah dan layanan kesehatan gratis ikut dibawa ke tengah masyarakat.
Mengusung tema “Kuatkan Kolaborasi dan Kepedulian untuk Bergerak Bersama Menuju NTB Makmur Mendunia”, acara menggandeng Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB serta sejumlah fasilitas kesehatan.
Masyarakat dapat mengakses pangan dengan harga lebih terjangkau sekaligus memperoleh pemeriksaan kesehatan tanpa biaya dari RSUD Provinsi NTB, RS Mata Provinsi NTB, dan RS Mutiara Sukma.
Ketua TP PKK Provinsi NTB Sinta M. Iqbal mengatakan PKK harus hadir sebagai gerakan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Ia menegaskan organisasi tersebut bukan sekadar pelaksana program atau pembuat rencana.
“PKK ada untuk masyarakat,” ujar Sinta.
Menurut dia, kolaborasi menjadi kunci agar program tidak berhenti di atas kertas. Karena itu, TP PKK NTB membuka ruang kerja sama dengan pemerintah daerah, perangkat daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat.
Gerakan Pangan Murah, kata Sinta, merupakan bentuk kepekaan terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Di tengah tekanan kebutuhan hidup, akses terhadap bahan pokok dengan harga lebih terjangkau dinilai menjadi langkah yang relevan.
Ia juga meminta masyarakat tidak pasif. Masukan diperlukan agar kegiatan PKK tidak meleset dari kebutuhan warga. Jika ada program yang tidak tepat sasaran, masyarakat diminta menyampaikannya. Begitu pula kebutuhan yang belum tersentuh diharapkan dapat diarahkan kepada pengurus PKK.
Pesan itu memperlihatkan bahwa HKG bukan hanya ruang evaluasi internal organisasi. Perayaan tahunan tersebut menjadi momentum menguji seberapa jauh program benar-benar menjawab persoalan masyarakat.
Sinta mengapresiasi dukungan OPD, rumah sakit, dan mitra yang terlibat. Ia mengajak pengurus PKK memantapkan niat untuk bergerak bersama masyarakat dan membangun NTB yang lebih baik.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan PKK bukan meriahnya acara, melainkan manfaat yang tinggal setelah panggung dibongkar.
Pangan murah, layanan kesehatan, dan ruang partisipasi warga menjadi contoh sederhana bahwa kolaborasi harus menghasilkan kerja yang konkret.
Tantangannya kini adalah menjaga gerakan semacam ini tetap berkelanjutan, bukan muncul hanya ketika peringatan berlangsung.
Kolaborasi perlu diterjemahkan menjadi program terukur, terbuka, dan dekat dengan kebutuhan warga, sehingga tema HKG memiliki dampak setelah kegiatan berakhir di berbagai daerah NTB.


Komentar