Sumbawa, Radardemokrasi.com – Maulid di Lape menjadi momentum Bupati Sumbawa mengajak masyarakat meneladani Rasulullah, memperkuat spiritualitas, dan menumbuhkan kepedulian sosial.
Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Darussalam, Desa Lape, Kecamatan Lape, Rabu, 2 September 2026. Didampingi Ketua GOW Kabupaten Sumbawa, Dra. Hj. Sudarti Mohamad Ansori, ia mengajak jamaah menjadikan keteladanan Rasulullah sebagai pedoman hidup.
Menurut Jarot, Maulid bukan sekadar seremoni tahunan. Peringatan kelahiran Nabi Muhammad harus menjadi ruang untuk memperbanyak shalawat sekaligus mengingat kembali akhlak dan keteladanan Rasulullah.
Ia berharap kebiasaan bershalawat dapat terus dipelihara masyarakat sebagai bagian dari kehidupan keagamaan. Bupati juga menyampaikan harapan agar umat kelak memperoleh syafaat Rasulullah di yaumul akhir.
Di masjid yang telah dikenalnya sejak duduk di bangku SMP itu, Jarot turut menyoroti karakter bangunan Masjid Darussalam. Ia mengaku terkesan karena masjid tersebut tetap mempertahankan bentuk dan model awalnya meski telah melewati beberapa generasi.
Menurut dia, kondisi itu berbeda dengan sejumlah masjid yang mengalami pembongkaran dan pembangunan ulang karena perubahan kebutuhan. Masjid Darussalam justru tetap berdiri dengan karakter arsitektur yang menurutnya megah.
Bupati kemudian memberikan apresiasi kepada panitia pembangunan yang tengah merampungkan sejumlah pekerjaan di masjid tersebut.
Namun pesan Jarot tidak berhenti pada urusan ibadah. Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran. Ibu rumah tangga diingatkan memastikan kompor dan peralatan memasak sudah dimatikan sebelum meninggalkan rumah.
Para perokok juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan. Kampung, sawah, ladang, hingga kebun, kata dia, memiliki potensi menjadi titik awal kebakaran jika masyarakat abai.
Jarot juga mendorong pembangunan Sumbawa tidak hanya bertumpu pada beton, jalan, dan bangunan. Menurut dia, pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan pembangunan spiritual dan karakter masyarakat.
Salah satu yang didorong adalah menghidupkan kembali shalat Subuh berjamaah. Ia mengapresiasi kegiatan serupa yang telah berlangsung di sejumlah tempat, termasuk Masjid Agung Nurul Huda.
Bupati turut mengajak masyarakat memperkuat budaya berinfak dan bersedekah. Baginya, kepedulian sosial merupakan bagian penting dalam membangun karakter masyarakat sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi sesama.
Pesan akhirnya sederhana: pembangunan fisik dan spiritual harus berjalan beriringan. Dengan keseimbangan itu, ia berharap Sumbawa tidak sekadar tumbuh, tetapi juga memperoleh keberkahan.


Komentar