Mataram, Radardemokrasi.com -Putri Mahkota Swedia Victoria Ingrid Alice Désirée tiba di Lombok, Sabtu, 5 September 2026, disambut Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dengan tenun Sasak dan minuman rempah.
Kedatangan Putri Mahkota Swedia, Victoria Ingrid Alice Désirée, di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid menjadi momen diplomasi budaya bagi Nusa Tenggara Barat, Sabtu, 5 September 2026.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyambut langsung pewaris takhta Kerajaan Swedia tersebut di ruang VIP bandara. Kain tenun khas Sasak kemudian dikalungkan sebagai simbol penghormatan sekaligus cara sederhana memperkenalkan identitas budaya Lombok.
Tak berhenti pada kain.
Tamu kerajaan itu juga disuguhi minuman herbal tradisional yang diracik dari 11 jenis rempah pilihan.
Victoria mencicipinya sebelum memulai rangkaian kunjungan.
“Enak!” kata Victoria sambil tersenyum.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam kapasitas Victoria sebagai Goodwill Ambassador United Nations Development Programme (UNDP) untuk pembangunan berkelanjutan.
Di Lombok, ia dijadwalkan melihat langsung sejumlah inisiatif dan praktik pembangunan berkelanjutan. Ia juga akan bertemu masyarakat serta para pemangku kepentingan untuk melihat pengalaman pembangunan di tingkat lokal.
Bagi NTB, kedatangan Putri Mahkota bukan sekadar agenda protokoler. Tenun Sasak dan minuman rempah menjadi bahasa pembuka: budaya lokal dipertemukan dengan agenda pembangunan global.
Kunjungan ini diharapkan memperkuat kerja sama NTB di kancah internasional sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman mengenai pembangunan berkelanjutan.


Komentar