Politik
Beranda / Politik / Hari Tani, Petani Tak Hadir, Suaranya Ada di Kantor DPRD Dompu

Hari Tani, Petani Tak Hadir, Suaranya Ada di Kantor DPRD Dompu

Pendemo depan Kantor DPRD Dompu
Pendemo depan Kantor DPRD Dompu

Dompu, Radardemokrasi.com – Hari Tani, Petani Tak Hadir, Suaranya Ada di Kantor DPRD Dompu. Kamis, 24 September 2026, halaman kantor dewan berubah menjadi panggung tuntutan.

Belasan pemuda, LSM dan organisasi mahasiswa turun dalam momentum Hari Tani Nasional ke-66. Di antaranya Barisan Masyarakat Indonesia (BMI) Ranting Desa Bara, Badan Pekerja Daerah Kesatuan Perjuangan Rakyat (KPR) Kabupaten Dompu, serta Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Komisariat STKIP Taman Siswa Bima.

Mereka datang membawa tuntutan, spanduk dan pengeras suara. Yang tidak terlihat justru orang yang menjadi nama besar dalam peringatan itu: petani.

Namun, suara petani tetap dibawa ke depan gedung DPRD Dompu.
Dalam orasinya, Habid menyebut aksi tersebut sebagai “kado ulang tahun” bagi petani. Menurut dia, petani Dompu masih jauh dari kesejahteraan.

Ia menyoroti lambannya regulasi daerah yang dianggap belum memberikan perlindungan memadai. Salah satu tuntutan utama ialah DPRD Dompu segera menindaklanjuti Peraturan Daerah tentang perlindungan petani yang disebut telah dibahas selama tiga tahun.

Tanah Kuburan Calabai Masuk RKA 130 Juta, Mengapa Dialihkan?

Harga jagung memang disebut naik tahun ini. Tetapi, menurut massa aksi, kenaikan itu berjalan beriringan dengan naiknya harga kebutuhan pokok. Ujungnya, petani tetap harus menghitung ulang uang di kantong.

Massa juga mengkritik tata kelola pertanian daerah. Dompu disebut memiliki tanah subur, tetapi kesuburan tanah dinilai belum otomatis membuat petaninya sejahtera.

Ada pula tudingan bahwa kepentingan oligarki dan konglomerasi terlalu kuat dalam kebijakan ekonomi. Pernyataan tersebut merupakan pandangan massa aksi dalam orasi, bukan kesimpulan independen.

Di tengah suara demonstran, pagar kantor DPRD justru lebih ramai daripada ruang pertemuan.

Jalur satu arah di depan kantor DPRD Dompu ditutup total. Polisi membuat barisan di depan gerbang. Pendemo berhadapan dengan pagar betis aparat.

H. Andi Bachtiar Janji Tanah Kuburan, Pokir Malah Dikubur

Yang menarik, sepanjang aksi berlangsung, tidak ada anggota DPRD Dompu yang disebut menemui massa. Aspirasi rakyat akhirnya berhadapan dengan pagar dan barisan polisi.

Massa kemudian melanjutkan aksi ke depan Kantor Bupati Dompu. Orasi kembali disampaikan sebelum demonstran membubarkan diri secara tertib.

Hari Tani pun selesai di jalan.

Tuntutan perlindungan petani masih menunggu di meja kebijakan.

Di luar sana, petani tetap menanam.

Delapan Fraksi DPRD NTB Setujui Perubahan APBD 2026

Di depan kantor dewan, yang tumbuh justru satu pertanyaan: kapan perda perlindungan petani selesai ditanam dan mulai dipanen?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *