Dompu, Radardemokrasi.com – Apel Pagi Resort Kempo menjadi langkah awal memperkuat pengamanan kawasan hutan di wilayah kerja Resort Kempo, Selasa, 4 Agustus 2026. Kepala Resort Kempo Rusly, S.Pd. memimpin langsung apel bersama seluruh personel sebelum rangkaian koordinasi lintas pihak dan patroli lapangan dilaksanakan.
Apel Pagi Resort Kempo diawali dengan penegakan disiplin dan pengecekan kesiapan personel. Setelah itu, seluruh anggota mengikuti pengarahan untuk menyusun rencana operasi, membagi tugas, serta menyamakan persepsi mengenai titik-titik prioritas pengawasan kawasan hutan yang dinilai rawan terhadap berbagai potensi pelanggaran.
Selanjutnya, Apel Pagi Resort Kempo berlanjut dengan koordinasi resmi bersama Pemerintah Desa Tolokalo. Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat upaya pencegahan perambahan kawasan hutan, memberantas praktik penebangan liar (illegal logging), sekaligus meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi meningkat akibat kondisi cuaca.
Usai koordinasi, Apel Pagi Resort Kempo diteruskan melalui patroli pengawasan di kawasan So Doro Bonto. Tim mengamankan area seluas sekitar 150 hektare pada koordinat X: 631672 dan Y: 9058888 hingga batas petak Pal B.1279/Hp.453. Hasil pemeriksaan menyeluruh tidak menemukan indikasi aktivitas yang mengarah pada tindak pidana kehutanan sehingga kondisi kawasan dinyatakan aman dan kondusif.
Tidak hanya melakukan pengawasan, Apel Pagi Resort Kempo juga diisi penyuluhan kepada masyarakat Dusun Kesi, Desa Tolokalo. Petugas mengingatkan warga agar tidak melakukan perambahan, penebangan tanpa izin, maupun pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran hutan. Warga juga diminta segera melapor kepada petugas Resort atau pemerintah desa apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar kawasan hutan.
Melalui Apel Pagi Resort Kempo, sinergi antara petugas kehutanan, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan semakin kuat sehingga kelestarian kawasan hutan tetap terjaga serta ancaman terhadap sumber daya alam dapat dicegah sejak dini.
Firdaus, warga Desa Kempo, mengaku senang kegiatan pengamanan hutan terus dilakukan secara rutin. Menurutnya, kehadiran petugas membuat masyarakat merasa lebih tenang karena kawasan hutan tetap terjaga, sekaligus mendorong warga semakin peduli menjaga kelestarian lingkungan bersama.


Komentar