Kota Bima, Radardemokrasi.com – Gowes Forkopimda Bima menjadi ruang informal bagi jajaran Pemerintah Kota Bima dan unsur pimpinan daerah memperkuat komunikasi lintas instansi. Kegiatan berlangsung Jumat, 14 Agustus 2026, dengan suasana santai namun tetap membawa pesan penting tentang soliditas pemerintahan.
Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE, memimpin kegiatan tersebut bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bima. Gowes dimulai sekitar pukul 06.30 WITA dari Kantor Wali Kota Bima.
Sejumlah pejabat ikut mengayuh sepeda dalam kegiatan itu. Kapolres Bima Kota, Dandim 1608/Bima, anggota DPRD Kota Bima, serta para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Bima turut ambil bagian.
Bagi pemerintah daerah, kegiatan olahraga bersama bukan sekadar aktivitas menjaga kebugaran. Gowes menjadi momentum membangun komunikasi yang lebih cair di antara para pemangku kepentingan, terutama mereka yang setiap hari berhadapan dengan persoalan pemerintahan dan pelayanan publik.
Di tengah padatnya agenda pemerintahan, pertemuan dalam suasana nonformal dinilai dapat membuka ruang komunikasi yang lebih leluasa. Koordinasi antarlembaga pun tidak selalu harus berlangsung di ruang rapat dengan meja dan dokumen.
Gowes Forkopimda Bima juga memperlihatkan bagaimana olahraga dapat menjadi instrumen memperkuat kebersamaan.
Kehadiran unsur eksekutif, legislatif, TNI, dan Polri dalam satu kegiatan menciptakan ruang interaksi yang lebih dekat.
Wali Kota bersama jajaran Forkopimda tampak menjadikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga hubungan kelembagaan tetap harmonis.
Kebersamaan semacam ini menjadi penting untuk mendukung koordinasi ketika pemerintah menghadapi berbagai persoalan di lapangan.
Selain menjaga kebugaran, gowes bersama memberikan pesan bahwa komunikasi lintas sektor perlu terus dirawat. Hubungan yang baik antarpimpinan daerah dapat menjadi modal dalam menjalankan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan pagi itu pun berlangsung dengan nuansa kebersamaan.
Sepeda menjadi medium sederhana untuk mempertemukan pejabat pemerintah dan aparat dalam satu lintasan, tanpa sekat formalitas.
Bagi Kota Bima, tradisi kegiatan bersama semacam ini dapat menjadi ruang memperkuat soliditas. Pemerintahan tidak hanya membutuhkan kebijakan, tetapi juga koordinasi yang berjalan efektif di antara seluruh unsur yang terlibat.
Pada akhirnya, gowes bukan sekadar soal jarak yang ditempuh.
Di balik kayuhan sepeda, ada pesan tentang pentingnya komunikasi, kekompakan, dan sinergi untuk menjaga roda pemerintahan tetap bergerak.


Komentar