Opini Redaksi
Beranda / Opini Redaksi / Masyarakat Dompu Soroti Harmonisasi Kepemimpinan, Desak Bupati–Wakil Perkuat Sinergi

Masyarakat Dompu Soroti Harmonisasi Kepemimpinan, Desak Bupati–Wakil Perkuat Sinergi

Suryadin (Album Foto)
Suryadin (Album Foto)

DOMPU, Radardemokrasi.com – Dinamika hubungan antara Bupati dan Wakil Bupati Dompu mulai menjadi perhatian publik. Sejumlah masyarakat menilai perbedaan pandangan dalam pemerintahan adalah hal wajar, namun harus dikelola secara produktif agar tidak berdampak pada pelayanan publik.

Suryadin, yang akrab disapa Gugel, menyampaikan hal tersebut saat dikonfirmasi wartawan. Ia menegaskan bahwa perbedaan di tingkat pimpinan daerah seharusnya menjadi kekuatan melalui mekanisme checks and balances, bukan justru memicu disharmoni.

“Perbedaan itu biasa dalam pemerintahan. Tapi yang penting bagaimana itu dikelola agar tetap produktif dan tidak menghambat jalannya program untuk masyarakat,” ujar Suryadin.

Ia kemudian menyampaikan sejumlah saran konstruktif yang diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Bupati dan Wakil Bupati Dompu.

Pertama, menurutnya, perlu adanya penegasan ulang visi bersama melalui pertemuan khusus yang difasilitasi Sekretaris Daerah. Pertemuan tersebut dinilai penting untuk mereviu kembali RPJMD serta janji kampanye, sekaligus menyepakati pembagian peran strategis secara jelas sesuai regulasi.

Bayi Meninggal, Rumah Sakit Tak Boleh Berkilah

“Kepastian peran itu penting supaya birokrasi tidak bingung dalam menjalankan kebijakan,” katanya.

Kedua, ia mendorong adanya forum koordinasi rutin antara Bupati dan Wakil Bupati, minimal setiap awal pekan. Forum ini dinilai dapat menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi sebelum kebijakan diambil, sekaligus mencegah miskomunikasi di level teknis.

Selain itu, Suryadin juga menekankan pentingnya fokus pada program prioritas bersama. Ia menilai kepemimpinan daerah akan lebih dikenang jika mampu menghadirkan program unggulan yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Cukup satu atau dua program prioritas, tapi benar-benar dikawal bersama sampai tuntas. Itu akan jadi simbol kekompakan dan legacy kepemimpinan,” tegasnya.

Ia pun berharap komunikasi yang intensif dan semangat melayani masyarakat dapat menjadi landasan utama dalam membangun hubungan yang harmonis di tingkat pimpinan daerah.

Politik Rente: Ketika Kekuasaan Menjadi Mesin Keuntungan Segelintir Orang

“Masyarakat tentu ingin melihat pemimpin yang solid. Karena itu sangat menentukan keberhasilan pembangunan di Dompu,” pungkasnya.

Komentar

  1. Anonim berkata:

    Itu betul sekali, harmonisasi dulu urusan internal baru kemudian estafet atau autput harus dapat dipetakan target sesuai visi misi secara kongkrit, tegas dan solid bersama jajaran sehingga terurai program yang kohoren visi misinya, ini baru terkesan monumental

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *