Sumbawa, Radardemokrasi.com – MPLS Ramah Sumbawa menjadi penanda komitmen pemerintah menghadirkan pendidikan yang aman, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Program itu resmi dimulai di SMP Negeri 1 Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, Senin, 13 Juli 2026, dengan pendampingan langsung dari Pusat Penguatan Karakter Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pelaksanaan MPLS Ramah Sumbawa dihadiri Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kemendikdasmen, Prof. Dr. H. Biyanto, M.Ag., bersama Staf Ahli Bupati Sumbawa Bidang Sumber Daya dan Aparatur Rosmin Junaidi, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa Junaidi, serta Kepala SMP Negeri 1 Labuhan Badas Punijan.
Sejak pagi, ratusan peserta didik baru datang didampingi orang tua. Kehadiran para ayah menjadi bagian dari implementasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia yang digagas Pemerintah Kabupaten Sumbawa sebagai upaya memperkuat keterlibatan keluarga dalam pendidikan sejak hari pertama sekolah.
Prof. Biyanto menegaskan MPLS Ramah Sumbawa harus menjadi pengalaman awal yang menyenangkan. Seluruh kegiatan wajib mengedepankan pembinaan karakter, menumbuhkan rasa percaya diri, serta menjamin lingkungan belajar yang aman tanpa praktik perpeloncoan maupun kekerasan.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026 serta Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 198 Tahun 2026 sehingga memiliki standar yang sama di seluruh Indonesia.
Selama lima hari, peserta didik memperoleh materi pengenalan lingkungan sekolah, budaya positif, tata tertib, etika bermedia sosial, pencegahan perundungan, hingga berbagai aktivitas kolaboratif untuk membangun komunikasi dan kerja sama antarsiswa.
Usai pembukaan, MPLS Ramah Sumbawa ditandai pelepasan balon sebagai simbol dimulainya kegiatan.
Rombongan kemudian meninjau ruang kelas untuk menyaksikan proses pengenalan sekolah yang berlangsung edukatif dan interaktif.
Rosmin Junaidi mengapresiasi pendampingan Kemendikdasmen yang dinilai memperkuat kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Sumbawa. Ia berharap seluruh sekolah konsisten menerapkan ketentuan MPLS yang mengutamakan kepentingan terbaik peserta didik.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa, Junaidi, menegaskan semua sekolah telah diinstruksikan melaksanakan MPLS Ramah Sumbawa secara edukatif, inklusif, ramah anak, dan bebas kekerasan.
Sementara Kepala SMP Negeri 1 Labuhan Badas, Punijan, memastikan seluruh rangkaian kegiatan disiapkan agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang positif sejak hari pertama memasuki lingkungan sekolah. MPLS Ramah Sumbawa diharapkan menjadi model penguatan karakter bagi seluruh sekolah di Kabupaten Sumbawa.


Komentar