Daerah
Beranda / Daerah / Pendamping Desa Pacu Pengentasan Kemiskinan NTB

Pendamping Desa Pacu Pengentasan Kemiskinan NTB

Bimtek Pendamping Desa Berdaya (Foto: BD)
Bimtek Pendamping Desa Berdaya (Foto: BD)

Mataram, Radardemokrasi.com – Pendamping Desa kembali ditegaskan sebagai motor penggerak dalam percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pemerintah Provinsi NTB terus memperkuat kapasitas para pendamping agar mampu mengoptimalkan sumber daya manusia dan potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly Yuniarti, saat membuka Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Pendamping Desa Berdaya Transformatif se-Pulau Lombok Tahap II di Mataram, Selasa, 7 Juli 2026.

Menurut Nelly, Pendamping Desa memiliki peran yang sangat strategis karena berada di garis terdepan mendampingi masyarakat miskin ekstrem agar mampu keluar dari berbagai persoalan ekonomi dan sosial.

“Tugas Bapak dan Ibu sangat mulia, mendampingi saudara-saudara kita yang berada dalam kategori miskin ekstrem,” ujarnya di hadapan peserta bimtek.

Ia menegaskan, keberhasilan program pengentasan kemiskinan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kemampuan Pendamping Desa membangun kolaborasi dengan pemerintah desa, kelompok masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

PDAM Lombok Timur Perkuat Transparansi Demi Layanan Air Bersih

Berdasarkan data pemerintah daerah, angka kemiskinan di NTB masih berada pada kisaran 11,38 persen. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus mendorong seluruh pihak untuk mempercepat berbagai program pemberdayaan yang tepat sasaran.

Melalui peningkatan kapasitas, Pendamping Desa diharapkan mampu mengidentifikasi potensi ekonomi lokal, memperkuat kelembagaan masyarakat, serta mendorong lahirnya usaha produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga.

Pemerintah Provinsi NTB juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha, akademisi, hingga komunitas dalam menciptakan ekosistem pembangunan yang inklusif.

Dengan kolaborasi yang semakin kuat, Pendamping Desa diyakini mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan ekstrem sekaligus mewujudkan pembangunan desa yang berdaya saing. Kehadiran Pendamping Desa diharapkan menjadi energi baru dalam menghadirkan NTB yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat.

Pemerintah berharap penguatan kapasitas pendamping berlangsung secara berkesinambungan agar setiap program penanggulangan kemiskinan benar-benar berdampak. Melalui kerja bersama yang konsisten, desa-desa di NTB diharapkan semakin mandiri, produktif, serta mampu menciptakan kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat NTB.

Pos Pengaduan Perempuan Anak Dompu Diperkuat Lagi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *