DOMPU, Radardemokrasi.com – Kabar akan dilantiknya puluhan kepala sekolah di Kabupaten Dompu mulai memantik perhatian publik. Setelah berbulan-bulan polemik kekosongan jabatan kepala sekolah menjadi sorotan, Pemerintah Daerah Dompu disebut-sebut tengah menyiapkan pelantikan 41 kepala sekolah baru dalam waktu dekat.
Informasi yang beredar menyebutkan, dari total 81 sekolah yang mengalami kekosongan jabatan kepala sekolah, sekitar 41 Surat Keputusan (SK) pengangkatan telah diterbitkan sejak April 2026 lalu.
Puluhan calon kepsek itu direncanakan akan dilantik langsung oleh Bupati Dompu, Bambang Firdaus.
Jika kabar tersebut benar, maka pelantikan ini menjadi penantian panjang bagi banyak calon kepala sekolah sejak Bambang Firdaus menjabat sebagai Bupati Dompu.
Sebab selama ini, publik menilai penanganan kekosongan jabatan kepsek berjalan lambat, sementara puluhan sekolah terus dipimpin oleh Pelaksana Harian (PLH).
Situasi itu sebelumnya memunculkan berbagai kritik dari kalangan pendidikan maupun masyarakat.
Banyak pihak mempertanyakan lambannya sikap pemerintah daerah dalam mengambil keputusan, padahal sebanyak 194 kepala sekolah diketahui telah berakhir masa jabatannya sejak Februari 2026.
Kondisi tersebut dinilai mempengaruhi stabilitas manajemen sekolah. Tidak sedikit sekolah yang harus berjalan tanpa kepala sekolah definitif di tengah berbagai agenda pendidikan yang terus berjalan.
Di tengah derasnya isu pelantikan, Sekretaris Dinas Dikpora Dompu, Iksan, saat dikonfirmasi wartawan hanya memberikan jawaban singkat.
Saat ditanya apakah pelantikan akan dilakukan pekan ini atau dalam beberapa hari ke depan, ia menjawab singkat, “Insyaallah.”
Jawaban singkat itu justru semakin menguatkan spekulasi bahwa pelantikan tinggal menunggu waktu.
Namun hingga berita ini diturunkan, pejabat terkait di BKD Dompu belum memberikan jawaban pasti saat dikonfirmasi wartawan.
Kini publik menunggu, apakah pelantikan 41 kepala sekolah tersebut benar-benar akan menjadi jawaban atas kekosongan panjang di dunia pendidikan Dompu, atau kembali menjadi kabar yang menggantung tanpa kepastian.


Komentar