DOMPU, Radardemokrasi.com – Perayaan Hari Jadi SMKN 1 Pekat ke-20 tak sekadar menjadi ajang seremonial, tetapi juga berubah menjadi panggung unjuk bakat bagi para pelajar di Kecamatan Pekat. Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan yang diisi berbagai lomba itu menampilkan potensi dan talenta anak-anak daerah yang dinilai luar biasa. Kepala Sekolah SMKN 1 Pekat, Suherman, pun menyebut momentum ini sebagai bukti bahwa generasi muda Pekat memiliki kemampuan yang patut dibanggakan dan terus dibina.
Dalam sambutannya saat penutupan pada Selasa, 26 Mei 2026, Suherman menyampaikan terima kasih kepada siswa-siswi SMP dan MTs yang telah ikut ambil bagian sebagai peserta lomba.
Menurutnya, selama dua hari kegiatan berlangsung, para peserta telah menjadi tamu istimewa di lingkungan sekolah. Ia berharap, ke depan mereka dapat kembali hadir, bukan lagi sebagai peserta lomba, tetapi menjadi bagian dari keluarga besar SMKN 1 Pekat sebagai siswa baru.
“Dua hari anak-anak ini menjadi tamu di sekolah kami. Semoga ke depan mereka bisa menjadi keluarga besar SMKN 1 Pekat,” ungkapnya.
Perayaan Hari Jadi SMKN 1 Pekat ke-20 yang digelar perdana ini juga menjadi bahan evaluasi bagi pihak sekolah. Suherman menegaskan, kegiatan seperti ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan semata, tetapi bisa terus dilaksanakan sebagai tradisi sekolah yang memberi ruang bagi siswa untuk menampilkan kreativitas dan kemampuan mereka. Menurutnya, fondasi kegiatan telah diletakkan hari ini, dan ke depan tinggal memperbaiki kekurangan agar pelaksanaan bisa lebih baik lagi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana dan sponsor yang telah mendukung suksesnya kegiatan. Menurutnya, kerja sama semua pihak menjadi kunci terselenggaranya acara dengan meriah dan penuh semangat.
Dalam momentum Hari Jadi SMKN 1 Pekat ke-20 Jadi Panggung Talenta, Suherman mengaku bangga melihat penampilan para siswa yang tampil luar biasa di berbagai cabang lomba. Ia menilai anak-anak Kecamatan Pekat memiliki talenta besar yang harus dipertahankan, dibina, dan terus diasah agar berkembang menjadi prestasi yang lebih tinggi.
“Ternyata anak-anak Kecamatan Pekat luar biasa. Mereka punya talenta yang harus terus dibina dan diasah agar semakin baik,” katanya.
Terkait hasil perlombaan, pihak sekolah berharap keputusan dewan juri dapat dihormati bersama.
Namun jika ada hal-hal yang perlu dipersoalkan, Suherman mengajak semua pihak untuk membicarakannya secara baik dan terbuka demi perbaikan pelaksanaan kegiatan di masa mendatang.
Menutup sambutannya, Suherman mengajak para siswa-siswi SMP dan MTs untuk melanjutkan pendidikan ke SMK, khususnya di SMKN 1 Pekat. Ia menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menanamkan pendidikan umum, tetapi juga pendidikan agama melalui kegiatan tadarus, membaca Al-Qur’an, dan kultum sebagai bagian dari pembinaan karakter siswa.
Menurutnya, pendekatan pembinaan di sekolah kini lebih menekankan pendidikan karakter dan nilai religius, tanpa lagi menerapkan hukuman fisik. Sebagai gantinya, siswa dibina dengan pendekatan yang lebih mendidik, seperti membaca ayat-ayat pendek agar tumbuh kecintaan terhadap sekolah, ilmu pengetahuan, dan nilai-nilai agama.
Melalui Hari Jadi SMKN 1 Pekat ke-20 Jadi Panggung Talenta, pihak sekolah berharap semangat pembinaan, kreativitas, dan pendidikan karakter dapat terus tumbuh, sekaligus menarik minat generasi muda Pekat untuk memilih pendidikan SMK sebagai jalan menuju masa depan yang lebih baik. (Humas SMKN 1 Pekat)


Komentar