Mataram, Radardemokrasi.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menerima 300 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang akan menjalankan pengabdian masyarakat selama 50 hari di berbagai wilayah NTB. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat pembangunan desa sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.
Penerimaan mahasiswa KKN UGM berlangsung di Gedung Graha Bakti Praja, Mataram, Selasa (23/6), dan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri. Sebanyak 300 mahasiswa akan ditempatkan di 12 lokasi, terdiri atas 10 titik di Pulau Lombok dan dua titik di Pulau Sumbawa.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur mengatakan kehadiran mahasiswa bukan hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran akademik, tetapi juga diharapkan memberi kontribusi nyata terhadap berbagai program prioritas Pemerintah Provinsi NTB, terutama pengembangan Desa Berdaya dan percepatan penanganan kemiskinan ekstrem.
Menurutnya, hubungan antara UGM dan Pemerintah Provinsi NTB telah terjalin cukup lama. Banyak alumni UGM yang kini mengabdi di berbagai institusi pemerintahan sehingga kerja sama tersebut diharapkan terus berlanjut melalui program KKN.
“Kehadiran mahasiswa menjadi kesempatan untuk belajar sekaligus berkontribusi kepada masyarakat. Kami berharap mereka dapat bersinergi dengan program prioritas daerah, khususnya pengentasan kemiskinan ekstrem dan pengembangan Desa Berdaya yang tersebar di lebih dari 1.000 desa di NTB,” ujarnya.
Ia juga meminta pemerintah kabupaten dan kota memberikan dukungan terhadap pelaksanaan KKN, termasuk memfasilitasi kebutuhan mahasiswa selama berada di lokasi pengabdian agar seluruh program dapat berjalan dengan baik.
Selain melaksanakan program kerja di desa, mahasiswa juga didorong mengenal potensi daerah, mulai dari kekayaan budaya, potensi ekonomi desa hingga destinasi wisata unggulan NTB. Mereka juga diharapkan dapat menyaksikan persiapan daerah menjelang penyelenggaraan MotoGP pada Oktober mendatang.
Sementara itu, Koordinator Wilayah KKN UGM di NTB, Slamet Widiyanto, mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi NTB serta Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) NTB yang terus membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, KKN UGM yang dilaksanakan empat kali dalam setahun tidak hanya memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa, tetapi juga menghasilkan data, profil desa, dan rekomendasi yang dapat dimanfaatkan pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan desa.
“Kami berkomitmen membantu memetakan potensi masyarakat dan menyusun profil desa agar dapat ditindaklanjuti menjadi program pembangunan yang lebih tepat sasaran,” kata Slamet.
Menurutnya, keberhasilan program KKN sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah, dosen pembimbing lapangan, serta partisipasi masyarakat. Dengan kolaborasi tersebut, pengabdian mahasiswa diharapkan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pembangunan desa di NTB.


Komentar