Mataram, Radardemokrasi.com – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB menggelar program pelatihan ekspor untuk mendorong lahirnya eksportir baru dari kalangan UMKM NTB. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing pelaku usaha lokal agar mampu menembus pasar internasional.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Keuangan, Kementerian Luar Negeri, Indonesia Exim Bank, serta delegasi Ghana Exim Bank yang didampingi Kepala Divisi Jasa Konsultasi Indonesia Exim Bank, Maria Sidabutar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, Lalu Wiranata, yang diwakili Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri, Aryanti Dwiyani, menegaskan pemerintah berkomitmen mendukung UMKM NTB melalui edukasi, pelatihan, pendampingan usaha, hingga kemudahan akses pembiayaan.
Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak eksportir baru yang memiliki daya saing di pasar global.
Kehadiran delegasi Ghana Exim Bank menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Dua perwakilannya, Frank dan Michael, datang untuk mempelajari model CPNE Academy milik Indonesia Exim Bank. Model pembinaan itu direncanakan akan diadopsi guna mengembangkan kapasitas UMKM di Ghana, Afrika.
Dalam arahannya, Maria Sidabutar menekankan sejumlah faktor penting bagi pelaku usaha yang ingin sukses di pasar ekspor, yakni keberanian memulai, konsistensi pasokan, menjaga kualitas produk, serta menjunjung tinggi etika bisnis.
Melalui program ini, peserta diharapkan tidak berhenti pada pelatihan semata. Mereka didorong terus memperluas jaringan, memanfaatkan peluang ekspor, dan segera menerapkan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan daya saing usaha di pasar internasional.


Komentar