Kota Bima, Radardemokrasi.com – DLH Kota Bima terus menggenjot inovasi pengelolaan lingkungan sebagai langkah memperkuat capaian Indeks Inovasi Daerah (IID) 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui pendampingan dan pembinaan inovasi yang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Bima, Kamis, 25 Juni 2026.
Dalam kegiatan itu, DLH Kota Bima mempresentasikan dua inovasi unggulan, yakni Program Pengelolaan Sampah Organik MAI KAKURA dan Gerakan Rabu Amal Sampah (RAMAH). Kedua program dinilai menjadi strategi pemerintah daerah dalam mengurangi volume sampah sekaligus membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Pendampingan tersebut difokuskan pada penguatan substansi inovasi, penyempurnaan data dukung, serta pemenuhan indikator penilaian dalam penginputan Indeks Inovasi Daerah Tahun 2026.
Program MAI KAKURA mendorong pengolahan sampah organik langsung dari sumbernya, baik di lingkungan perkantoran, sekolah maupun masyarakat. Melalui pola tersebut, timbulan sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) diharapkan berkurang secara signifikan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan.
Sementara itu, Gerakan RAMAH mengajak ASN dan non-ASN mengumpulkan botol plastik bernilai ekonomis setiap hari Rabu.
Gerakan ini tidak hanya berorientasi pada pengurangan sampah plastik, tetapi juga membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.
Dalam sesi pembinaan, BRIDA Kota Bima memberikan sejumlah masukan terkait aspek kebaruan inovasi, manfaat, dampak program, keberlanjutan, hingga kelengkapan dokumen pendukung sebagai syarat penilaian Indeks Inovasi Daerah.
DLH Kota Bima berharap MAI KAKURA dan RAMAH terus berkembang menjadi inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Selain meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan, kedua program tersebut diharapkan mendukung terwujudnya Kota Bima yang bersih, indah, sehat, dan asri melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan.


Komentar