Dompu, Radardemokrasi.com – Jumat Wajib bukan sekadar agenda rutin. Jumat Wajib menjadi ruang pembentukan karakter yang terus dihidupkan SMPN 5 Pekat. Jumat Wajib juga menjadi penguat budaya IMTAQ dan literasi Al-Qur’an. Jumat Wajib membangun semangat kebersamaan. Jumat Wajib menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Jumat Wajib akhirnya menjadi identitas pendidikan religius di sekolah yang berada di lereng Gunung Tambora.
Kegiatan yang digelar pada Jumat, 24 Juli 2026 itu berlangsung penuh kekhidmatan. Seluruh rangkaian acara dipandu oleh pembawa acara, Nurjanah, yang mengarahkan jalannya kegiatan dengan tertib.
Suasana semakin syahdu saat Ayuningtias dan Dian membacakan Kalam Ilahi dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggugah hati seluruh peserta.
Memasuki sesi ceramah, Citra Ananta menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang mengajak para siswa memperkuat akhlak, meningkatkan kedisiplinan, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang disampaikan terasa dekat dengan kehidupan pelajar sehingga mudah dipahami dan diterapkan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan hafalan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan perwakilan siswa kelas VII, VIII, dan IX. Penampilan mereka menunjukkan keberanian, ketekunan, sekaligus hasil pembinaan yang dilakukan sekolah.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Dzhidan, memohon keberkahan ilmu dan kemudahan dalam menempuh pendidikan.
Menariknya, seluruh petugas kegiatan merupakan siswa SMPN 5 Pekat sendiri. Mulai dari pembawa acara, pembaca Kalam Ilahi, penceramah, pembaca hafalan, hingga pemimpin doa, semuanya tampil percaya diri. Hal ini menjadi bukti bahwa sekolah tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk tampil, memimpin, dan bertanggung jawab.
Di kaki Gunung Tambora yang mendunia, SMPN 5 Pekat menunjukkan bahwa sekolah di wilayah terpencil mampu menghadirkan pendidikan karakter yang kuat. Semangat religius, budaya literasi Al-Qur’an, dan keberanian siswa tampil di depan publik menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Dompu. Dari lereng Tambora, cahaya pendidikan terus menyala, membuktikan bahwa kualitas lahir dari komitmen, bukan semata letak geografis.
Ahmad, guru SMPN 5 Pekat, mengatakan kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap Jumat untuk membentuk karakter religius, disiplin, cinta Al-Qur’an, dan memperkuat akhlak mulia seluruh siswa.


Komentar