Hukum
Beranda / Hukum / Warga Dorotangga Bakar Ban, Desak Polisi Tangkap Pemanah

Warga Dorotangga Bakar Ban, Desak Polisi Tangkap Pemanah

Warga Dorotangga Bakar Ban (Foto: Ab)
Warga Dorotangga Bakar Ban (Foto: Ab)

Dompu, Radardemokrasi.com – Warga Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, kembali turun ke jalan pada Selasa malam, 11 Agustus 2026.

Mereka menutup akses kendaraan di perempatan timur Kantor DPRD Dompu dan membakar ban bekas.

Aksi tersebut merupakan bentuk protes kedua kalinya setelah seorang anak pelajar diduga menjadi korban pemanahan oleh orang yang hingga kini belum terungkap identitasnya. Warga meminta kepolisian segera menemukan dan menangkap terduga pelaku.

Lurah Dorotangga, Khaerul Ansyah, SE, membenarkan aksi tersebut. Ia mengatakan keresahan warga muncul karena kasus pemanahan yang menimpa pelajar itu belum membuahkan penangkapan.

Di tengah massa yang mulai emosi, Khaerul berada di lokasi untuk membantu aparat menjaga situasi.

Petani Sembalun Menagih Kepastian Lahan di Lombok Timur

Ia meminta warga tidak bertindak anarkis serta memberi kesempatan kepada kepolisian melakukan penyelidikan.

Petugas kepolisian juga bernegosiasi dengan warga. Polisi meminta massa menghentikan pembakaran ban dan tidak menambah ketegangan. Aparat berusaha meyakinkan warga bahwa proses pencarian terhadap terduga pelaku tetap dilakukan.

Namun suasana sempat memanas. Sejumlah warga dari seberang jalan terdengar meneriakkan ajakan untuk kembali membakar ban.

Warga lainnya bahkan mengungkapkan kekecewaan dengan mengatakan mereka juga dapat melakukan aksi serupa.

Pernyataan tersebut menunjukkan tingginya tekanan warga terhadap aparat. Mereka menginginkan rasa aman, terutama bagi anak-anak yang beraktivitas di lingkungan permukiman.

Buruh Tani Tewas Mendadak Saat Bekerja di Galian C

Di sisi lain, kepolisian perlu memastikan penanganan kasus berjalan berdasarkan bukti dan prosedur hukum. Identitas terduga pelaku tidak boleh ditetapkan hanya berdasarkan dugaan warga sebelum terdapat hasil penyelidikan yang sah.

Hingga aksi berlangsung, aparat tetap berjaga di sekitar lokasi untuk mencegah benturan dan mengendalikan arus lalu lintas.

Warga akhirnya diminta menahan diri serta menyampaikan informasi kepada polisi apabila mengetahui keberadaan atau identitas orang yang dicurigai.

Aksi warga Dorotangga menjadi pengingat bahwa keresahan keamanan dapat dengan cepat berubah menjadi ketegangan publik. Karena itu, transparansi perkembangan penyelidikan menjadi penting agar warga memperoleh kepastian tanpa harus turun ke jalan.

Masyarakat berharap kasus tersebut segera menemukan titik terang.

Narkoba Mengguncang Lanta Barat, Warga Desak Aparat Bertindak

Kepolisian juga diharapkan mampu mengungkap perkara secara profesional, menangkap pelaku jika bukti mencukupi, serta memastikan keamanan warga tetap terjaga.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *