Kesehatan
Beranda / Kesehatan / RSUD Kota Bima Dikebut, Target Operasi Awal September 2026

RSUD Kota Bima Dikebut, Target Operasi Awal September 2026

Vicon Rapat Pemanfaatan RSUD (Foto: KT)
Vicon Rapat Pemanfaatan RSUD (Foto: KT)

Kota Bima, Radardemokrasi.com – RSUD Kota Bima Dikebut, Target Operasi Awal September 2026. Pemerintah Kota Bima mempercepat pemanfaatan gedung rumah sakit yang pembangunannya telah dinyatakan selesai.

Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofyan, SH., menghadiri Video Conference (Vicon) Rapat Percepatan Pemanfaatan Gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), Kamis, 20 Agustus 2026.

Rapat berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota Bima. Feri Sofyan didampingi Asisten I Setda Kota Bima, Kepala Dinas Kesehatan bersama seluruh kepala bidang, serta perwakilan RSUD.

Pembahasan diarahkan pada percepatan operasional rumah sakit PHTC. Pemerintah mencatat masih terdapat empat rumah sakit, termasuk RSUD PHTC Kota Bima, yang belum beroperasi meski pembangunan gedung telah selesai.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena gedung yang telah tersedia diharapkan segera memberikan manfaat bagi masyarakat. Percepatan operasional juga menjadi bagian dari upaya memastikan fasilitas kesehatan dapat digunakan sesuai kebutuhan warga.

Bupati Lotim Soroti Beban BPJS dan Mutu Layanan RS

Pemerintah Kota Bima kini mendorong berbagai langkah yang diperlukan agar RSUD PHTC dapat mulai beroperasi sesuai target pada awal September 2026.

Nafisa, warga Raba Ngodu, Kota Bima, mengaku senang mendengar rencana tersebut. Ia berharap rumah sakit segera beroperasi dan dapat memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Semoga segera beroperasi dan pelayanannya baik untuk masyarakat,” kata Nafisa secara singkat.

Bagi warga, kehadiran rumah sakit bukan sekadar soal bangunan yang selesai dibangun. Fasilitas tersebut diharapkan benar-benar dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Kota Bima.

Percepatan ini selanjutnya membutuhkan kesiapan operasional agar ketika dibuka, pelayanan dapat berjalan secara efektif dan masyarakat memperoleh manfaat dari fasilitas kesehatan tersebut.

Kesehatan Jiwa Jadi Perhatian, Bupati Sumbawa Dorong Penanganan Terpadu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *