Daerah
Beranda / Daerah / Pilkades Damai, Bupati Jarot Serukan Rukun Bersama

Pilkades Damai, Bupati Jarot Serukan Rukun Bersama

Deklarasi Damai Pilkades Sumbawa (Foto: SB)
Deklarasi Damai Pilkades Sumbawa (Foto: SB)

Sumbawa, Radardemokrasi.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa meneguhkan komitmen menjaga Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 berlangsung aman, tertib, demokratis, dan kondusif.

Komitmen itu dituangkan melalui Deklarasi Damai Pilkades Serentak untuk 20 desa di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Senin (24/8/2026).

Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. hadir bersama jajaran Forkopimda, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekretaris Daerah, kepala OPD terkait, panitia, pengawas, serta seluruh calon kepala desa peserta Pilkades.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Sumbawa Ulumuddin, S.E., melaporkan Pilkades Serentak 2026 akan digelar pada 7 September 2026. Sebanyak 67 calon akan bertarung di 20 desa yang tersebar pada 11 kecamatan.

Deklarasi damai menjadi penanda agar persaingan politik di tingkat desa tidak berubah menjadi permusuhan. Para calon diminta siap menang sekaligus siap menerima kekalahan dengan lapang dada.

KPU Bima Soroti Data Pemilih Jelang Pemilu Mendatang

Bupati Jarot menegaskan Pilkades harus dijalankan secara demokratis dan bertanggung jawab. Ia mengingatkan seluruh calon agar menyerahkan hasil pemilihan kepada ketentuan dan menerima keputusan masyarakat.

“Semua yang hadir punya potensi untuk menang. Menang atau kalah, serahkan kepada Allah. Kalau kalah, mungkin itu bukan yang terbaik. Mari kita belajar kalah untuk bangkit,” ujar Jarot.

Menurut dia, Pilkades bukan semata soal merebut jabatan kepala desa. Kontestasi tersebut juga menjadi ujian kedewasaan politik masyarakat. Karena itu, calon, panitia, pengawas, aparat keamanan, dan warga diminta menjalankan peran sesuai aturan.

Pesan itu penting karena kompetisi politik desa kerap membawa pilihan berbeda ke ruang keluarga dan pergaulan sehari-hari. Pemerintah daerah meminta pihak menahan diri, menghindari provokasi, serta mengutamakan kepentingan desa setelah pemungutan suara selesai. Dengan begitu, kemenangan tidak menjadi alasan untuk merendahkan pihak lain.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Deklarasi Damai yang dipimpin salah seorang calon Kepala Desa Jotang Baru. Seluruh calon kemudian mengikuti pembacaan komitmen bersama.

Disperindag NTB Galang Donasi untuk Korban Kebakaran Sade

Deklarasi diperkuat melalui penandatanganan berita acara oleh Bupati Sumbawa, jajaran Forkopimda, serta perwakilan masing-masing desa. Pemerintah daerah berharap kesepakatan itu menjadi pagar agar perbedaan pilihan tidak memutus hubungan sosial antarwarga.

Pada akhirnya, Pilkades Serentak 2026 bukan hanya menentukan siapa yang terpilih. Lebih penting, prosesnya harus meninggalkan demokrasi yang sehat, persaudaraan yang tetap utuh, dan ruang pembangunan desa yang berjalan tanpa konflik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *