Mataram, Radardemokrasi.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj. Sinta Agathia, mengajak seluruh pengurus memperkuat kolaborasi lintas generasi. Pesan itu disampaikan saat Silaturahmi Pengurus TP PKK Provinsi NTB dari Masa ke Masa di Pendopo Tengah Gubernur NTB, Sabtu (22/8) pagi.
Didampingi Wakil Ketua TP PKK NTB, Windi Marlini Abul Chair, Sinta menempatkan pertemuan tersebut bukan sekadar seremoni.
Forum itu menjadi ruang untuk menyerap pengalaman, membuka pertukaran gagasan, sekaligus memperkuat hubungan antara pengurus saat ini dan para senior yang pernah mengabdikan diri dalam gerakan PKK.
Menurut Sinta, pengalaman para pengurus terdahulu merupakan modal penting yang tidak boleh terputus oleh pergantian kepengurusan. Karena itu, ia meminta para senior terus memberikan arahan, kritik, dan masukan bagi kepengurusan yang kini berjalan.
Gerakan PKK, kata dia, tidak semestinya dibatasi oleh sekat generasi. Pengalaman masa lalu perlu dipadukan dengan energi dan cara kerja masa kini agar gerakan pemberdayaan keluarga tetap relevan menghadapi perubahan zaman.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan organisasi tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memegang kepengurusan, tetapi juga oleh kemampuan menjaga pengetahuan dan pengalaman agar tetap hidup. Kolaborasi menjadi jembatan antara tradisi pengabdian dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah.
Suasana silaturahmi juga diisi kegiatan yang menyentuh aspek kesehatan. Para peserta mengikuti senam lansia untuk menjaga kebugaran dan semangat. Selain itu, tersedia layanan pemeriksaan kesehatan dan mata dengan dukungan tenaga kesehatan.
Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa gerakan PKK tidak berhenti pada pertemuan internal organisasi.
Ada upaya membawa semangat kebersamaan ke dalam kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Bagi Sinta, keterlibatan para senior sekaligus menjadi sumber pembelajaran bagi pengurus baru.
Kritik dan pengalaman dipandang bukan sebagai beban, melainkan bahan untuk memperbaiki langkah dan memperkuat kerja organisasi.
Dengan pendekatan lintas generasi, TP PKK NTB ingin memastikan pengabdian tidak berhenti pada pergantian periode. Pengalaman tetap diwariskan, gagasan baru mendapat ruang, dan program pemberdayaan keluarga dapat bergerak lebih adaptif.
Kolaborasi lintas generasi menjadi fondasi menjaga keberlanjutan gerakan PKK NTB di tengah perubahan.
Silaturahmi itu akhirnya menjadi pesan bahwa organisasi yang kuat bukan yang menutup diri dari masa lalu, melainkan yang mampu mengolah pengalaman menjadi energi untuk menjawab tantangan hari ini.


Komentar