Dompu, Radardemokrasi.com – Bupati Sumbawa mendorong peningkatan prestasi Qori-Qoriah melalui penguatan kapasitas pelatih. Pesan itu disampaikan saat Pelatihan Pelatih Qori/Qoriah Kabupaten Sumbawa 2026 di Aula Hotel Samota Grand, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan menghadirkan Qori Internasional Ustadz H. Darwin Hasibuan, S.Pd., serta diikuti Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa H. Faisal Salim, BAZNAS, LPTQ, para pelatih, Qori-Qoriah, peserta pelatihan dan perwakilan Diskominfotiksandi.
Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., mengapresiasi seluruh pihak yang menginisiasi kegiatan tersebut. Ia berharap kehadiran Darwin Hasibuan mampu memperkaya wawasan, teknik dan pengalaman para pelatih serta peserta.
Menurut Bupati, pembinaan yang dilakukan selama ini mulai menunjukkan hasil. Kabupaten Sumbawa telah memperbaiki peringkat pada sejumlah ajang dan pernah meraih tujuh medali dalam salah satu pelaksanaan MTQ.
Namun, capaian tersebut dinilai bukan alasan untuk berhenti. Bupati meminta pembinaan terus bergerak agar peringkat Sumbawa dapat meningkat pada kompetisi berikutnya.
“Kalau kemarin kita berada di peringkat enam, maka ke depan harus naik lagi, naik lagi,” tegasnya.
Ia menilai keberhasilan Qori-Qoriah tidak hanya ditentukan kemampuan teknis membaca Al-Qur’an.
Pengaturan napas, kesiapan mental, doa, ketulusan dan keberkahan juga menjadi bagian penting dalam menghadapi kompetisi.
Bupati juga menekankan seleksi dan pembinaan harus dilakukan secara objektif, adil dan berbasis potensi.
Setiap anak yang memiliki bakat harus memperoleh kesempatan berkembang tanpa dipengaruhi kedekatan atau hubungan tertentu.
Menurutnya, Sumbawa memiliki banyak generasi muda potensial yang dapat dibina menjadi Qori-Qoriah berprestasi. Pembinaan karena itu perlu dilakukan secara serius dan berkelanjutan, mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten.
Ia mengingatkan, jangan sampai talenta terbaik daerah justru memilih membela daerah lain. “Jangan sampai atlet atau Qori-Qoriah kita justru membela daerah lain dan kemudian mengalahkan Sumbawa,” katanya.
Di sisi lain, Bupati mengingatkan bahwa pembinaan Al-Qur’an tidak boleh semata-mata berorientasi pada kemenangan. Nilai Al-Qur’an harus tertanam dalam kehidupan, menjadi pedoman perilaku,
keimanan dan ketenangan hati.
Ia berharap pelatihan bersama Darwin Hasibuan menjadi momentum memperkuat kualitas pembinaan, memperbaiki bacaan, memperbanyak hafalan serta membangun mental peserta.
Bupati mengajak seluruh pelatih, pembina dan peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai ikhtiar bersama melahirkan generasi Qur’ani. Targetnya bukan hanya prestasi kompetisi, tetapi juga lahirnya generasi Sumbawa yang hidup dengan nilai-nilai Al-Qur’an.
Kegiatan ini diharapkan memperkuat kapasitas pelatih sekaligus menjadi langkah strategis menyiapkan Qori-Qoriah terbaik Sumbawa menghadapi berbagai kompetisi Al-Qur’an pada masa mendatang.


Komentar