Jakarta, Radardemokrasi.com – Anggota DPD RI Dapil Nusa Tenggara Barat, Mirah Midadan Fahmid, menghadiri rapat bersama Menteri Pertanian RI untuk membahas berbagai isu strategis sektor pertanian nasional.
Pertemuan tersebut menitikberatkan pada penyaluran beras SPHP, stabilitas pasokan pangan, serta penguatan peran BULOG di Nusa Tenggara Barat dalam menjaga ketersediaan stok pangan.
Dalam forum itu, dibahas pula pentingnya memastikan hasil produksi petani terserap secara optimal agar memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan petani di daerah.
DPD RI NTB menilai bahwa penguatan sistem distribusi pangan menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas harga beras di pasar.
Selain itu, kondisi gudang BULOG di NTB juga menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan efektivitas pengelolaan cadangan pangan pemerintah.
Ia menekankan bahwa peningkatan infrastruktur penyimpanan pangan harus menjadi prioritas untuk mendukung sistem logistik yang lebih modern dan efisien.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai sangat penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
Langkah-langkah strategis ini juga diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara produksi, distribusi, dan konsumsi pangan masyarakat.
Pemerintah terus mendorong berbagai program untuk memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi di Nusa Tenggara Barat.
Selain menjaga stabilitas pangan, kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat daya saing hasil pertanian lokal.
Dengan penguatan peran BULOG, distribusi beras SPHP diharapkan semakin tepat sasaran dan mampu menekan gejolak harga di tingkat konsumen.
Kementerian Pertanian RI bersama DPD RI NTB menegaskan komitmen untuk terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui kebijakan yang terintegrasi dan berkelanjutan.


Komentar