Daerah
Beranda / Daerah / Lombok Utara Mantapkan Kemandirian Berbasis Budaya

Lombok Utara Mantapkan Kemandirian Berbasis Budaya

HUT Ke 18 Lombok Utara (Foto: LT)
HUT Ke 18 Lombok Utara (Foto: LT)

Lombok, Utara, Radardemokrasi.com – Lombok Utara memasuki babak baru perjalanan sebagai daerah otonom. Lombok Utara yang kini genap berusia 18 tahun dinilai telah memasuki fase kedewasaan dalam membangun daerah.

Lombok Utara tidak hanya dituntut mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga identitas budaya sebagai fondasi pembangunan.

Lombok Utara menjadi contoh bagaimana kemajuan dapat berjalan seiring dengan pelestarian tradisi. Lombok Utara pun didorong memperkuat semangat gotong royong sebagai modal utama menghadapi tantangan masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, saat menghadiri puncak Tasyakuran Hari Ulang Tahun ke-18 Kabupaten Lombok Utara di halaman Kantor Bupati Lombok Utara, Selasa (21/7).

Mengusung tema “Lombok Utara Menuju Kemandirian”, peringatan berlangsung semarak melalui Pawai Budaya dan Parade Desa.

Gubernur NTB Gerak Cepat Selamatkan Lobar

Ratusan peserta membawa dulang dan menampilkan kesenian khas daerah dari eks Terminal Tanjung menuju pusat pemerintahan Kabupaten Lombok Utara.

Ragam atraksi budaya menjadi gambaran kuat bahwa tradisi tetap hidup di tengah berkembangnya sektor pariwisata.

Indah menegaskan Lombok Utara memiliki posisi strategis karena menjadi gerbang destinasi wisata kelas dunia melalui kawasan gili.

Namun, keterbukaan terhadap wisatawan harus tetap diimbangi dengan komitmen menjaga adat, budaya, dan kelestarian lingkungan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari meningkatnya investasi maupun kunjungan wisatawan.

Pelantikan 274 Pejabat Bima Pacu Reformasi Birokrasi

Pembangunan dinilai berhasil apabila masyarakat mampu mempertahankan nilai budaya, memperkuat kerukunan sosial, dan menjaga alam sebagai warisan bagi generasi mendatang.

Ia juga menekankan desa merupakan penggerak utama pembangunan. Desa yang mandiri dengan tetap berpijak pada kearifan lokal diyakini mampu menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar mengatakan usia ke-18 menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Menurutnya, seluruh capaian daerah merupakan hasil kolaborasi pemerintah, masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen daerah.

Najmul menegaskan semangat gotong royong harus terus dipertahankan agar Lombok Utara mampu tumbuh menjadi daerah yang mandiri, berdaya saing, dan semakin sejahtera.

Wali Kota Bima Letakkan Batu Masjid Al Hikmah Baru

Pemerintah Provinsi NTB pun berharap semangat Keruan Bagus tetap menjadi fondasi pembangunan berbasis masyarakat, budaya, persatuan, dan kepedulian sosial di masa mendatang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *