Kesehatan
Beranda / Kesehatan / NTB Percepat Transformasi Digital Kesehatan

NTB Percepat Transformasi Digital Kesehatan

Pembukaan Seminar Kesehatan (Foto: EL)
Pembukaan Seminar Kesehatan (Foto: EL)

Mataram, Radardemokrasi.com – Pemerintah Provinsi NTB terus mendorong transformasi layanan kesehatan yang memanfaatkan teknologi digital secara optimal dengan tetap menempatkan data yang akurat dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai fondasi utama.

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abdul Chair, saat menghadiri Seminar Kesehatan bertajuk “Transformasi Digital Kesehatan Berbasis Evidence-Based untuk Penguatan Mutu Layanan Rumah Sakit dan Kesehatan Komunitas” yang diselenggarakan Institut Kesehatan Yarsi Mataram di Aula Ibnu Sina, Sabtu (20/6).

Dalam sambutannya, Abul Chair menegaskan setiap kebijakan dan pelayanan kesehatan harus didasarkan pada data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, pengambilan keputusan tanpa dukungan data yang kuat sama halnya dengan dokter yang memberikan resep tanpa melakukan pemeriksaan terhadap pasien.

“Transformasi digital kesehatan harus didasari pada evidence-based atau bukti nyata. Jika kita ditanya mengenai efektivitas layanan, kita tidak boleh hanya menjawab dengan kata ‘katanya’. Kita harus mampu menunjukkan data, rekam medis yang jelas, dan sejarah penanganan pasien yang akuntabel,” ujar Abul Chair.

Ia menjelaskan, transformasi digital bukan sekadar menghadirkan perangkat teknologi yang lebih modern. Digitalisasi, kata dia, harus mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, mempermudah pekerjaan tenaga kesehatan, sekaligus menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.

Sampah Kabupaten Bima, Burhan Usul Kolaborasi Desa hingga Luar Negeri

Menurut Abul Chair, tantangan terbesar yang dihadapi NTB adalah pemerataan akses layanan kesehatan di wilayah Lombok dan Sumbawa. Selain itu, aspek humanis juga menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan dalam proses digitalisasi.

“Rumah sakit boleh memiliki teknologi modern, tetapi jika pasien disambut dengan wajah yang tidak ramah, maka teknologi tersebut kehilangan maknanya. Budaya melayani harus ikut berubah seiring dengan perubahan perangkat teknologinya,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan transformasi digital hanya dapat dicapai melalui kolaborasi erat antara pemerintah, perguruan tinggi, rumah sakit, organisasi profesi, dan masyarakat. Seluruh pemangku kepentingan, menurut dia, harus bergerak dalam satu visi untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Rektor Institut Kesehatan Yarsi Mataram, Zul Hendri, mengatakan dunia saat ini telah memasuki era digital ketika informasi menjadi fondasi utama dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor kesehatan.

“Saat ini kita berada di era di mana informasi menjadi unit terkecil yang menggerakkan peradaban. Dunia kesehatan pun harus beradaptasi cepat dengan transformasi digital ini,” jelas Zul Hendri.

“Dana Gendut BLUD RSUD Dompu Mengalir ke Bank Nasional, Direktur: Saya Hanya Lanjutkan Kebijakan Lama”

Ia berharap seminar tersebut dapat memperkuat kesiapan mahasiswa dan tenaga profesional kesehatan dalam menghadapi perkembangan teknologi. Selain itu, kegiatan itu diharapkan mampu meningkatkan kemampuan mereka mengintegrasikan inovasi digital dengan pelayanan kesehatan yang kritis, akurat, dan berbasis bukti ilmiah.

Melalui seminar ini diharapkan lahir berbagai gagasan dan kolaborasi yang mampu mempercepat transformasi sistem kesehatan di NTB sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta tetap mengedepankan pendekatan yang humanis.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *