Ekonomi
Beranda / Ekonomi / SAMA RASA NTB Tekan Inflasi, Harga Pangan Stabil

SAMA RASA NTB Tekan Inflasi, Harga Pangan Stabil

Pasar Ama Hami Kota Bima (Foto: AJ)
Pasar Ama Hami Kota Bima (Foto: AJ)

Kota Bima, Radardemokrasi.com – Menjaga stabilitas harga pangan menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui SAMA RASA NTB. Program yang merupakan singkatan dari Sahabat Masyarakat untuk Harga Stabil dan Sejahtera itu resmi diluncurkan Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, saat melakukan inspeksi mendadak di Pasar Raya Amahami, Kota Bima, Sabtu (4/7).

Peluncuran SAMA RASA NTB merupakan tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang melibatkan Pemprov NTB, Pemerintah Kota Bima, Bank Indonesia, dan Badan Pusat Statistik. Program ini difokuskan untuk memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar, stok tersedia, serta harga tetap terkendali di tingkat masyarakat.

Dalam sidak tersebut, Wakil Gubernur berdialog langsung dengan para pedagang guna memantau harga kebutuhan pokok, ketersediaan stok, dan hambatan distribusi. Menurutnya, pemerintah harus hadir di tengah masyarakat agar kebutuhan pangan yang layak dan bergizi tetap mudah diperoleh dengan harga yang wajar.

“Kehadiran pemerintah bukan hanya memastikan stok tersedia, tetapi juga memastikan distribusi berjalan baik demi menjaga ketahanan pangan dan daya beli masyarakat,” ujar Indah.

Melalui SAMA RASA NTB, Pemerintah Kota Bima akan mengintensifkan operasi pasar hingga tingkat kelurahan. Sebagai bentuk dukungan, Pemprov NTB menyerahkan satu unit mobil pikap kepada TPID Kota Bima untuk memperkuat distribusi logistik bahan pangan.

Potensi Kopi Lombok Timur Terhambat Praktik Ijon

Indah juga mengingatkan para distributor dan pelaku usaha agar tidak melakukan penimbunan komoditas. Ia meminta seluruh pihak menjaga pasokan sehingga harga tetap sesuai ketentuan dan inflasi dapat ditekan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Selain itu, SAMA RASA NTB turut mendorong digitalisasi transaksi melalui QRIS di lingkungan pasar. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi pembayaran sekaligus mengurangi biaya distribusi uang tunai, terutama di wilayah kepulauan.

Pemerintah juga menyoroti pentingnya pembenahan fasilitas pasar, mulai dari drainase di area penjualan ikan hingga pengelolaan sampah agar tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli.

Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, mengatakan inflasi daerah dipengaruhi tingginya biaya distribusi antardaerah. Komoditas seperti cabai, tomat, dan bawang merah menjadi penyumbang utama kenaikan harga. Bahkan, harga tomat lokal ikut terdongkrak meski tidak melalui rantai distribusi panjang.

Program SAMA RASA NTB mulai dirasakan manfaatnya oleh pedagang. Salah satu penjual MinyaKita mengaku pasokan dari Bulog membuat harga tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter dengan stok yang masih mencukupi.

Bank NTB Syariah Gaspol Transformasi Digital 2026

Rangkaian kegiatan juga diisi pelayanan Mobil Samsat Keliling yang memudahkan masyarakat dan pedagang mengurus administrasi pajak kendaraan di kawasan pasar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *