Mataram, Radardemokrasi.com – Undian Emas Bapenda NTB memasuki fase penting. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai mematangkan persiapan pelaksanaan program yang ditujukan sebagai bentuk apresiasi kepada wajib pajak kendaraan bermotor yang taat memenuhi kewajibannya.
Dalam rangka itu, Undian Emas Bapenda NTB dibahas melalui koordinasi bersama Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB. Pertemuan diterima oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfotik NTB dengan fokus pada strategi publikasi, penyebarluasan informasi, serta dukungan komunikasi kepada masyarakat.
Koordinasi tersebut juga membahas kesiapan teknis penyampaian informasi agar seluruh tahapan Undian Emas Bapenda NTB yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Juli 2026 dapat diketahui masyarakat secara luas. Publikasi dinilai menjadi bagian penting agar masyarakat memahami mekanisme program sekaligus meningkatkan kesadaran membayar pajak kendaraan bermotor tepat waktu.
Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah membangun budaya kepatuhan pajak melalui pendekatan apresiatif.
Selain mendorong peningkatan pendapatan daerah, program tersebut diharapkan memperkuat partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan di Nusa Tenggara Barat.
Antusiasme warga mulai terlihat menjelang hari pengundian. Lalu Suhaili, warga Kota Mataram, mengaku menunggu pelaksanaan Undian Emas Bapenda NTB. Ia mengatakan bangga atas inisiatif Bapenda NTB yang memberikan penghargaan kepada masyarakat yang disiplin membayar pajak kendaraan.
“Saya menunggu hasil pengundian. Program ini menurut saya bagus sebagai bentuk apresiasi kepada wajib pajak,” ujar Suhaili.
Hal senada disampaikan Bq. Nurmi. Ia mengaku senang dengan adanya program tersebut karena memberi motivasi bagi masyarakat untuk tetap tertib memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor.
Melalui dukungan publikasi yang optimal, Undian Emas Bapenda NTB diharapkan menjangkau seluruh lapisan masyarakat sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih luas. Pemerintah berharap semakin banyak warga terdorong menjadi wajib pajak yang taat sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui penerimaan pajak.
Lalu Suhaili berharap program seperti ini terus berlanjut setiap tahun. Menurutnya, apresiasi kepada wajib pajak menjadi motivasi positif agar masyarakat semakin tertib membayar pajak dan mendukung pembangunan di Nusa Tenggara Barat.


Komentar