Bima, Radardemokrasi.com – Sinergi Hutan Tambora kembali diperkuat melalui langkah koordinasi lintas sektoral antara Resort Sanggar BKPH Wilayah VI dan SPTN 1 Kore Balai Taman Nasional Tambora.
Sinergi Hutan Tambora menjadi fokus utama dalam membangun sistem pengawasan yang lebih terpadu guna melindungi kawasan hutan dari berbagai ancaman kerusakan. Sinergi Hutan Tambora juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antarlembaga dalam menjaga kelestarian sumber daya alam.
Upaya ini menegaskan bahwa Sinergi Hutan Tambora bukan sekadar agenda seremonial, melainkan komitmen nyata yang harus dijalankan secara berkelanjutan. Karena itu, Sinergi Hutan Tambora menjadi fondasi penting dalam pengamanan kawasan hutan di wilayah Bima.
Kegiatan koordinasi tersebut berlangsung pada Selasa, 21 Juli 2026, di wilayah kerja Resort Sanggar, Desa Sandue, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima.
Pertemuan dihadiri Kepala Resort Sanggar BKPH Wilayah VI, Nuriwansyah, A.Md., beserta anggota dan tenaga magang, serta Kepala SPTN 1 Kore Balai Taman Nasional Tambora.
Dalam pertemuan itu, kedua institusi menyepakati langkah bersama untuk memperkuat pengawasan kawasan hutan yang berada di bawah pengelolaan masing-masing.
Pembahasan difokuskan pada peningkatan patroli, pencegahan pelanggaran kehutanan, pertukaran informasi lapangan, hingga penyamaan pola pengamanan agar seluruh kawasan dapat terjaga secara optimal.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi langkah strategis mengingat kawasan hutan di sekitar Tambora memiliki nilai ekologis tinggi dan membutuhkan pengawasan berkelanjutan.
Melalui koordinasi yang intensif, potensi gangguan terhadap kawasan konservasi maupun hutan lindung diharapkan dapat ditekan sejak dini.
Tak hanya membahas aspek pengamanan, Kepala SPTN 1 Kore juga mengajak jajaran Resort Sanggar BKPH Wilayah VI untuk terlibat sebagai instruktur dalam pembinaan Satuan Karya Saka Wana Bakti.
Program ini diarahkan untuk membangun kepedulian generasi muda terhadap pentingnya menjaga kelestarian hutan melalui pendidikan, pembinaan karakter, dan kegiatan lapangan.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman bahwa pelestarian hutan tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja.
Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat pengawasan, memperluas edukasi lingkungan, serta memastikan kawasan hutan Tambora tetap terjaga bagi keberlanjutan ekosistem dan kehidupan masyarakat di masa depan.


Komentar