Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Wagub NTB: MotoGP Mandalika 2026 Dongkrak Ekonomi Indonesia

Wagub NTB: MotoGP Mandalika 2026 Dongkrak Ekonomi Indonesia

Peluncuran MotoGP Mandalika 2026 (Foto: FB)
Peluncuran MotoGP Mandalika 2026 (Foto: FB)

Jakarta, Radardemokrasi.com – MotoGP Mandalika 2026 kembali menjadi sorotan dunia setelah Indonesia resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Mandalika International Circuit, The Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Memasuki tahun kelima penyelenggaraan di Mandalika, MotoGP Mandalika 2026 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kapasitas sebagai penyelenggara event olahraga internasional berkelas dunia. Ajang balap bergengsi tersebut dinilai tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di mata dunia, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, pariwisata, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengatakan penyelenggaraan MotoGP memberikan dampak luas bagi Indonesia. Selain mendorong sektor pariwisata, investasi, dan pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional, ajang balap motor dunia tersebut juga meningkatkan kualitas SDM lokal sekaligus memperkuat citra Indonesia di tingkat global.

“MotoGP telah menjadi sarana promosi Indonesia yang efektif di tingkat global, utamanya dengan jangkauan mencapai 670 juta penonton di 200 negara di dunia,” paparnya saat Launching Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Menurut Maya, saat ini Indonesia tidak hanya memiliki Nation Branding, tetapi juga Nation Pride.

Bapenda NTB Kembali Gelar Samsat Night, Bayar Pajak Kendaraan Lebih Mudah Malam Hari

Dunia kini semakin mengenal Mandalika dan Indonesia melalui penyelenggaraan MotoGP, ditambah munculnya para pembalap nasional yang menjadi kebanggaan bersama.

“Dunia mengenal Mandalika dan Indonesia dari gelaran MotoGP, dan sekarang kita punya local heroes yang menjadi kebanggaan bersama,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Tohir, menyampaikan bahwa MotoGP Mandalika 2026 merupakan bagian dari strategi pengembangan ekonomi melalui sektor sport tourism dan sport industry yang memiliki potensi pertumbuhan sangat besar.

Menurutnya, MotoGP bukan sekadar ajang balap motor dunia, tetapi menjadi etalase Indonesia untuk memperkenalkan keindahan alam, budaya, dan keramahan masyarakat kepada dunia internasional.

“Lebih dari sekadar balapan, MotoGP Mandalika Indonesia menjadi ajang yang memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism global sekaligus etalase yang memperkenalkan keindahan alam, budaya, dan keramahan Indonesia kepada dunia,” ujarnya.

NTB Dorong Kendaraan Listrik Lewat Pameran BSI

Menpora menjelaskan, nilai pasar sport tourism global saat ini mencapai sekitar US$625 miliar dan diproyeksikan meningkat menjadi US$2,7 triliun dalam beberapa tahun ke depan. Sementara industri olahraga dunia bernilai lebih dari US$500 miliar dengan pertumbuhan sekitar 8 persen per tahun.

Karena itu, ia berharap seluruh pemangku kepentingan terus mendukung penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.

“Pertumbuhan penonton sudah terbukti. Economy impact sudah terbukti. Meng-create talenta sudah terbukti. Nah, bagaimana kita semua di sini bisa terus mendukung, meningkatkan supaya event seperti MotoGP ini benar-benar bisa terus kita sukseskan,” katanya.

Wagub NTB: MotoGP Jadi Magnet Pariwisata dan Investasi
Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, yang turut hadir dalam peluncuran tersebut, menegaskan bahwa MotoGP Mandalika 2026 telah menjadi magnet utama bagi sektor Pariwisata NTB dan investasi daerah.

Menurut Wagub NTB, setiap penyelenggaraan MotoGP memberikan dampak positif terhadap peningkatan tingkat hunian hotel, bertambahnya penerbangan menuju NTB, hingga meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Gubernur NTB Tegaskan Dukungan Penuh untuk Sensus Ekonomi 2026

“Dengan dampak ekonomi yang sangat besar, pelibatan lebih dari 600 pelaku UMKM dalam setiap kali pelaksanaan, serta penyerapan tenaga kerja lokal, event ini menjadi berkah, tidak hanya untuk NTB, tapi bagi Indonesia,” katanya.

Ia juga berharap seluruh masyarakat Indonesia memiliki rasa memiliki terhadap MotoGP Mandalika karena event tersebut merupakan kebanggaan nasional.

“Kami ingin Mandalika menjadi milik Indonesia, sehingga rasa memiliki untuk mensukseskan event ini, tidak hanya milik masyarakat NTB, tetapi juga milik masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

The Rise of Local Heroes
Selain dampak ekonomi, MotoGP Mandalika 2026 juga menunjukkan hasil nyata dalam peningkatan kualitas SDM lokal.

Berdasarkan data InJourney, saat MotoGP pertama kali digelar di Mandalika pada 2022, seluruh marshal yang bertugas masih didatangkan dari luar negeri.

Kini seluruh marshal berasal dari masyarakat lokal dengan kemampuan yang telah diakui hingga tingkat internasional.

Bahkan, sejumlah marshal Indonesia telah dipercaya bertugas di berbagai ajang balap luar negeri.

Kemajuan juga terlihat dari prestasi pembalap nasional. Mario Aji di Moto2 dan Veda Ega Pratama di Moto3 berhasil menunjukkan daya saing pembalap Indonesia di level dunia.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Moreno Soeprapto, mengatakan kehadiran kedua pembalap tersebut semakin membangkitkan antusiasme pecinta otomotif nasional.

“Selain Mario Aji dan Veda Ega Pratama, Indonesia juga memiliki sejumlah pembalap muda lain yang berpotensi mengikuti jejak mereka menembus level dunia,” katanya.

Menurut Moreno, geliat industri otomotif, modifikasi motor, hingga pembinaan pembalap muda juga terus berkembang seiring hadirnya MotoGP di Indonesia.

“IMI yang memiliki puluhan ribu anggota siap mendukung kesuksesan MotoGP Mandalika.

Kami pun siap hadir dan menyemarakkan MotoGP Mandalika 2026,” pungkasnya.

Peluncuran MotoGP Mandalika 2026 juga ditandai dengan dimulainya secara resmi penjualan tiket balapan Moto3, Moto2, dan MotoGP.

Acara tersebut turut dihadiri Sesmenko Bidang Perekonomian, Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital BAPPENAS, jajaran Direksi dan Komisaris InJourney, MGPA, ITDC, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekraf Provinsi NTB, serta kalangan media massa.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *