Hukum
Beranda / Hukum / Patroli Hutan Dompu Gagalkan Aksi Pembalakan Liar

Patroli Hutan Dompu Gagalkan Aksi Pembalakan Liar

Patroli Hutan Dompu (Foto: DP)
Patroli Hutan Dompu (Foto: DP)

Dompu, Radardemokrasi.com – Patroli Hutan Dompu kembali menunjukkan hasil. Tim Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Dompu menggagalkan dugaan aksi pembalakan liar saat melaksanakan patroli rutin di kawasan So Bonto Kapi RTK 65, Kamis, 23 Juli 2026.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 Wita itu dipimpin Kepala Resort RPH Dompu, Muhamad Rus’an, bersama personel Polisi Kehutanan (Polhut). Sasaran patroli meliputi kawasan hutan So Bonto Kapi yang berbatasan dengan wilayah administrasi Desa Mangge Asi dan Desa O’O, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu.

Selama patroli, Patroli Hutan Dompu difokuskan pada pemantauan keliling kawasan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan sekaligus mengantisipasi aktivitas perambahan hutan yang masih mengancam kelestarian kawasan.

Tim juga melakukan koordinasi dengan Kepala Desa O’O. Pertemuan itu membahas tata kelola hutan bersama Kelompok Tani Hutan So Bonto Kapi agar masyarakat dapat terlibat aktif menghijaukan kembali kawasan melalui penanaman kemiri, alpukat, serta berbagai tanaman produktif lainnya yang tetap menjaga fungsi hutan.

Usai berdiskusi, Patroli Hutan Dompu dilanjutkan menuju kawasan So Ati Lembo. Saat menyusuri lokasi, petugas mendengar suara keras penebangan kayu menggunakan kapak berukuran besar. Ketika petugas mendekati sumber suara, pelaku diduga menyadari kehadiran aparat lalu melarikan diri ke dalam hutan.

POSBAKUMADIN Dompu Perkuat Akses Keadilan Warga

Petugas tidak berhasil mengamankan pelaku. Namun, sebuah kapak besar yang diduga digunakan untuk menebang pohon berhasil diamankan sebagai barang bukti. Temuan tersebut menjadi indikasi masih adanya aktivitas ilegal yang mengancam kelestarian kawasan hutan di wilayah Dompu.

Muhamad Rus’an menegaskan, Patroli Hutan Dompu akan terus ditingkatkan sebagai langkah pencegahan terhadap pembalakan liar maupun kebakaran hutan.

Menurutnya, pengawasan lapangan harus berjalan beriringan dengan edukasi kepada masyarakat agar fungsi hutan tetap terjaga.

Seorang warga Desa O’O, Syarif, mengaku mendukung patroli rutin yang dilakukan petugas.

Menurutnya, keberadaan polisi kehutanan membuat masyarakat merasa lebih tenang karena pelaku penebangan liar semakin sulit beraksi.

13 Pohon Kemiri Ditebang, Polisi Hutan Panggil Pelaku

“Kami berharap patroli terus dilakukan. Hutan ini sumber kehidupan masyarakat. Kalau hutannya rusak, dampaknya akan kembali kepada kami sendiri,” ujar Syarif.

Dengan pengawasan yang konsisten dan dukungan masyarakat, Patroli Hutan Dompu diharapkan mampu menekan praktik pembalakan liar sekaligus mempercepat pemulihan kawasan hutan yang menjadi aset penting Kabupaten Dompu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *