Dompu, Radardemokrasi.com – Pemerintah Kabupaten Dompu memperketat pengawasan terhadap pergerakan harga dan pasokan pangan. Harga Pangan Dompu menjadi perhatian utama dalam Rapat Evaluasi Tata Kelola Ketahanan Pangan dan Supply Chain Komoditas Pangan Triwulan III 2026, Senin, 10 Agustus 2026.
Rapat tersebut digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dompu bersama sejumlah dinas terkait dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi NTB.
Evaluasi diarahkan pada tiga komoditas vital: cabai rawit merah, Minyakita, dan telur ayam.
Harga Pangan Dompu dipantau melalui perkembangan harga harian dan mingguan yang dibandingkan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Pembelian (HAP).
Pemerintah juga memetakan pasokan serta jalur distribusi untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini.
Data hasil monitoring, inspeksi mendadak pasar, operasi pasar, hingga pasar murah turut menjadi bahan evaluasi. Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga diperiksa, termasuk langkah mitigasi ketika pasokan mengalami hambatan.
Harga Pangan Dompu tak hanya menyangkut angka di pasar.
Kelancaran distribusi menjadi mata rantai penting agar harga tidak melonjak ketika pasokan tersendat.
M. Amin, warga Kelurahan Kandai II, Woja, Dompu, menyambut baik langkah tersebut. Menurutnya, pengawasan harga dan ketersediaan pangan memberi rasa aman bagi masyarakat.
Apresiasi serupa disampaikan Sri Kurnia Ningsih, warga Lingkungan Ginte, Kandai II, Woja. Ia menilai pemerintah perlu menjaga pengawasan secara konsisten.
Awaludin, warga Kelurahan Karijawa, Dompu, juga menyatakan dukungan terhadap evaluasi tersebut.
Harga Pangan Dompu kini diuji oleh kemampuan pemerintah menjaga pasokan sekaligus menekan gejolak harga. Jika pengawasan berjalan efektif, stabilitas pangan dapat menjadi salah satu penyangga ekonomi masyarakat dan pengendali inflasi daerah.
Harga Pangan Dompu pada akhirnya bukan sekadar persoalan komoditas, melainkan menyangkut daya beli dan kesejahteraan warga.
Ke depan, pemerintah diharapkan tidak berhenti pada rapat evaluasi. Pengawasan pasar, distribusi, dan stok perlu dilakukan berkelanjutan. Dengan data yang akurat dan respons cepat, gejolak harga dapat ditekan, pasokan tetap terjaga, dan masyarakat Dompu memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang wajar serta terjangkau setiap hari.


Komentar