Dompu, Radardemokrasi.com – Batalyon Masuk Sekolah menjadi momentum berharga bagi siswa SMPN 8 Satap Desa Nangamiro, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, pada Jumat, 24 Juli 2026.
Program hasil kolaborasi PC PGRI Kecamatan Pekat dengan Yonif TP 875/Sangga Yudha Perkasa itu menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda. Bukan hanya mengajarkan kedisiplinan, kegiatan tersebut juga memperkuat karakter, jiwa nasionalisme, dan semangat pantang menyerah di kalangan peserta didik.
Kegiatan hari pertama diawali dengan latihan baris-berbaris di halaman sekolah. Para prajurit Yonif TP 875/Sangga Yudha Perkasa membimbing siswa mengenai pentingnya disiplin, kekompakan, kepemimpinan, dan tanggung jawab. Setelah itu, Batalyon Masuk Sekolah berlanjut di ruang kelas melalui penyampaian materi yang dikemas interaktif sehingga para siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi.
Suasana belajar berubah lebih hidup. Para siswa tampak serius mendengarkan arahan anggota TNI sekaligus aktif bertanya mengenai kehidupan sebagai prajurit.
Kehadiran TNI di lingkungan sekolah menjadi pengalaman istimewa yang memotivasi mereka untuk lebih disiplin dalam belajar maupun berperilaku. Batalyon Masuk Sekolah pun menjadi ruang pembelajaran karakter yang memberi teladan nyata, bukan sekadar teori.
Pihak sekolah bersama PC PGRI Kecamatan Pekat menilai kegiatan tersebut menjadi langkah positif dalam memperkuat pendidikan karakter. Sinergi dunia pendidikan dengan TNI diharapkan mampu melahirkan generasi yang tangguh, berintegritas, dan memiliki kecintaan terhadap bangsa serta negara. Batalyon Masuk Sekolah juga menjadi bukti bahwa pendidikan karakter membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Ahmad, warga Desa Nangamiro sekaligus orang tua salah seorang siswa, mengaku senang atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran anggota TNI memberikan motivasi baru bagi anak-anak untuk belajar disiplin sejak usia sekolah.
Hal senada disampaikan Gafur, warga setempat. Ia mengaku bangga melihat generasi sekarang memiliki kesempatan belajar langsung dari anggota TNI. Bahkan, ia mengaku sejak kecil bercita-cita menjadi prajurit.
“Enak adik-adik sekarang, punya guru baru dari anggota TNI. Beda dengan zaman kami dulu,” ujarnya. Batalyon Masuk Sekolah diharapkan terus berlanjut sebagai investasi membangun siswa bermental baja yang siap menghadapi tantangan masa depan.


Komentar