Dompu, Radardemokrasi.com – Aksi demonstrasi yang rencananya digelar Aliansi Rakyat Berdaulat (ALDERA) di depan Kantor PLN Dompu pada Senin, 8 Juni 2026 pagi, batal dilaksanakan. Meski demikian, ALDERA menegaskan agenda pengawasan terhadap tata kelola kelistrikan di Kabupaten Dompu tetap berlanjut.
Koordinator ALDERA, Ikhwahhudin AK, mengatakan pembatalan aksi tersebut bukan karena adanya tekanan dari pihak tertentu, melainkan murni disebabkan adanya penyesuaian teknis di internal organisasi.
“Ya, tidak jadi hari ini. Ada sedikit perbaikan teknis saja, bukan karena hal lain. Agenda ini hanya ditunda dan akan kami jadwalkan kembali,” ujar Ikhwahhudin kepada wartawan, Senin.
Dalam rencana aksi sebelumnya, ALDERA bersama sejumlah pegiat LSM Dompu akan menggelar demo PLN Dompu sebagai bentuk protes terhadap dugaan pelanggaran dan penyelewengan dalam tata kelola kelistrikan di daerah tersebut.
Empat pegiat LSM yang tergabung dalam gerakan itu antara lain Ikhwahhudin dari LSM DES, Ilham Yahyu dari LSM Lamsida, Dedi Kusnadi dari LSM IPA KPD, serta Arifin dari LSM AMMPA. Mereka sebelumnya telah menyatakan komitmen untuk mengawal berbagai persoalan yang berkaitan dengan pelayanan dan tata kelola sektor kelistrikan.
Menurut Ikhwahhudin, batalnya demo PLN Dompu tidak mengubah sikap ALDERA terhadap sejumlah persoalan yang menjadi perhatian mereka. Bahkan, pihaknya mengaku sedang mematangkan sejumlah data dan bahan yang akan dijadikan dasar dalam aksi lanjutan.
“Kami tetap akan bergerak. Kami tetap akan dobrak PLN terkait dugaan pelanggaran dan penyelewengan tata kelola kelistrikan Dompu. Ini hanya penjadwalan ulang,” tegasnya.
Ia menambahkan, demo PLN Dompu akan kembali diagendakan dalam waktu dekat setelah seluruh persiapan dinilai matang. ALDERA juga memastikan akan tetap menyuarakan tuntutan mereka secara terbuka kepada publik.
Dengan penundaan tersebut, perhatian publik kini tertuju pada langkah lanjutan ALDERA dan agenda demo PLN Dompu yang disebut akan kembali digelar dalam waktu mendatang guna mengungkap berbagai dugaan persoalan kelistrikan di Kabupaten Dompu.


Komentar