Dompu, Radardemokrasi.com – Teror Pemanahan menggemparkan warga Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Kamis malam, 23 Juli 2026. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.40 WITA itu membuat warga panik setelah sekelompok orang yang diduga berjumlah tiga orang diduga melakukan aksi pemanahan yang menyasar warga setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, para terduga pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor sesaat setelah insiden terjadi. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung melakukan pengejaran hingga berhasil mengamankan satu orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Teror Pemanahan kemudian memicu kerumunan warga di lokasi. Menurut keterangan sejumlah saksi, situasi sempat memanas ketika warga mengepung terduga pelaku. Beruntung aparat kepolisian segera tiba dan mengamankan yang bersangkutan sehingga tidak terjadi tindakan main hakim sendiri.
Sementara itu, dua terduga lainnya berhasil melarikan diri dan hingga kini masih dalam pencarian aparat kepolisian. Polisi juga terus melakukan penyisiran serta mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk mengungkap identitas, peran masing-masing terduga, serta kronologi lengkap kejadian.
Hingga berita ini ditulis, motif penyerangan masih belum diketahui. Aparat juga belum memastikan asal daerah ketiga terduga pelaku. Seluruh informasi yang beredar masih didalami melalui proses penyelidikan.
Teror Pemanahan menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Kapolres Dompu dikabarkan memberikan atensi khusus terhadap penanganan kasus tersebut guna memastikan situasi keamanan tetap terkendali sekaligus mempercepat pengungkapan dua terduga yang masih buron.
Masyarakat berharap aparat segera menangkap dua terduga yang melarikan diri agar rasa aman kembali pulih. Polisi juga mengimbau warga tetap tenang, tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada penyidik. Teror Pemanahan di Desa O’o kini masih dalam penanganan kepolisian, sementara Teror Pemanahan dan seluruh fakta hukumnya menunggu hasil penyelidikan resmi agar penyebab serta motif kejadian dapat diungkap secara utuh.


Komentar