Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Desa Berdaya Pacu Mekarsari Keluar dari Kemiskinan

Desa Berdaya Pacu Mekarsari Keluar dari Kemiskinan

Ikbal Gubernur NTB (Foto: LA)
Ikbal Gubernur NTB (Foto: LA)

Lombok Barat, Radardemokrasi.com – Program Desa Berdaya menjadi fokus kunjungan kerja Gubernur NTB bersama Bupati Lombok Barat, Ketua BAZNAS NTB, dan jajaran perangkat daerah ke Desa Mekarsari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (25/6). Kunjungan tersebut diarahkan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem sekaligus mendorong penguatan ekonomi desa.

Dalam dialog bersama masyarakat, persoalan infrastruktur jalan menjadi aspirasi utama. Warga menilai kondisi jalan yang rusak menghambat mobilitas sekaligus meningkatkan biaya distribusi hasil perkebunan seperti durian, kelapa, dan nira.

Gubernur NTB menegaskan pemerintah akan mencari solusi agar akses jalan menuju Mekarsari dapat dituntaskan dalam satu tahun ke depan. Menurutnya, pembangunan jalan menjadi langkah penting untuk membuka akses ekonomi, memperlancar distribusi hasil pertanian, dan meningkatkan nilai jual komoditas masyarakat.

Selain infrastruktur, perhatian juga diberikan pada penanganan kemiskinan ekstrem. Berdasarkan data pemerintah, masih terdapat 134 warga yang masuk kategori miskin ekstrem. Melalui Program Desa Berdaya Transformatif, pemerintah menargetkan angka tersebut dapat ditekan melalui bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, pendampingan masyarakat, dan penguatan ekonomi keluarga.

Potensi agroforestri Mekarsari turut menjadi perhatian. Gubernur mendorong pengembangan produk nira agar tidak hanya diolah menjadi gula merah, tetapi juga menjadi minuman segar bernilai ekonomi lebih tinggi sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani.

APBD NTB Didorong Berdampak Nyata bagi Rakyat

Pemerintah juga mendorong pengelolaan air bersih melalui BUMDes agar pelayanan lebih berkelanjutan. Di sektor kesehatan, Mekarsari mendapat apresiasi karena tidak tercatat memiliki kasus stunting.

Kepala Desa Mekarsari, Faizul Bayani, berharap dukungan pemerintah terhadap pembangunan jalan, layanan listrik, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi terus berlanjut. Rangkaian kunjungan diakhiri dengan peninjauan Pasar Lilir, progres rehabilitasi rumah tidak layak huni, gotong royong pembangunan MCK, serta penyerahan bantuan kepada masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *