Kota Bima, Radardemokrasi.com -Dua Inovasi Bima Diuji dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026. Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, S.E., memaparkan dua terobosan unggulan pemerintah daerah yang menyasar pelayanan bantuan sosial dan tata kelola parkir, Rabu (4/11/2026).
Pemaparan dilakukan secara daring dari Pusat Komando Command Center Kota Bima. Dua inovasi yang diperkenalkan masing-masing bernama LA CIBOS (Layanan Cek Informasi Bantuan Sosial Kota Bima) dan PARKIR BERAKHLAK (Pendampingan Juru Parkir Berintegritas dan Akuntabel).
Kedua program tersebut membawa persoalan pelayanan publik yang dekat dengan kehidupan masyarakat. LA CIBOS diarahkan pada kemudahan memperoleh informasi bantuan sosial, sedangkan PARKIR BERAKHLAK menyasar pembinaan juru parkir agar menjalankan tugas dengan integritas dan akuntabilitas.
Melalui LA CIBOS, Pemerintah Kota Bima memperkenalkan pendekatan pelayanan informasi bantuan sosial. Transparansi menjadi aspek penting dalam urusan tersebut, terutama menyangkut akses masyarakat terhadap informasi bantuan yang diselenggarakan pemerintah.
Sementara PARKIR BERAKHLAK membawa perhatian pada sektor perparkiran. Pendampingan juru parkir menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan yang lebih tertib dan bertanggung jawab.
Dua bidang ini memiliki tantangan berbeda. Pelayanan bantuan sosial berkaitan dengan keterbukaan informasi, sedangkan pengelolaan parkir bersentuhan langsung dengan ketertiban pelayanan di ruang publik.
Dalam ajang IGA 2026, pemaparan inovasi menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk memperkenalkan terobosan yang dikembangkan sekaligus menunjukkan arah pembenahan pelayanan pemerintahan.
Namun, inovasi tidak cukup dinilai dari nama program maupun konsep yang dipresentasikan. Ukuran pentingnya terletak pada manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat, kemudahan akses, serta konsistensi pelaksanaan di lapangan.
Karena itu, LA CIBOS dan PARKIR BERAKHLAK membutuhkan implementasi yang terukur. Masyarakat perlu memperoleh informasi bantuan sosial secara jelas, sementara pelayanan parkir harus semakin akuntabel dan memberikan kepastian kepada pengguna jasa.
Keikutsertaan Kota Bima dalam IGA 2026 menjadi ruang untuk memperkenalkan dua pendekatan tersebut. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa inovasi bukan sekadar materi presentasi, melainkan perubahan nyata dalam kualitas pelayanan publik.
Pemerintah Kota Bima juga perlu memastikan kedua inovasi tersebut tidak berhenti sebagai program unggulan di atas kertas. Keterbukaan informasi bantuan sosial harus benar-benar memudahkan masyarakat mengakses haknya, sementara pembinaan juru parkir perlu menghasilkan pelayanan yang tertib, transparan, dan bebas dari praktik yang merugikan pengguna jasa.


Komentar