Mataram, Radardemokrasi.com – Mataram, 20 Juli 2026. Hiu Paus Teluk Saleh kembali menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Workshop Rencana Pengelolaan Kawasan Konservasi Perlindungan Hiu Paus di Perairan Teluk Saleh yang digelar di Hotel Aston Inn Mataram.
Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB didampingi Kepala Bidang Pesisir.
Dalam sambutannya, Sekretaris DKP menegaskan Hiu Paus Teluk Saleh merupakan spesies langka yang harus dijaga keberlangsungannya melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Pemerintah, mitra pembangunan, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam memastikan habitat hiu paus tetap terpelihara.
Workshop ini menjadi langkah strategis untuk menyusun rencana pengelolaan kawasan konservasi yang efektif sekaligus memperkuat sinergi pengembangan wisata berbasis konservasi.
Hiu Paus Teluk Saleh diharapkan mampu menjadi ikon wisata bahari NTB tanpa mengabaikan prinsip keberlanjutan lingkungan.
DKP NTB mencatat provinsi ini telah memiliki 12 kawasan konservasi, menjadikannya salah satu daerah dengan jumlah kawasan konservasi terbanyak di Indonesia.
Sementara itu, usulan penetapan Kawasan Konservasi Spesies Hiu Paus Teluk Saleh telah diajukan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai bagian dari upaya perlindungan jangka panjang.
Melalui forum tersebut, seluruh peserta didorong menyusun kesepahaman mengenai pola pengelolaan kawasan yang mampu menjaga populasi hiu paus sekaligus menghadirkan manfaat ekologis, ekonomi, dan pariwisata bagi masyarakat pesisir.
Hiu Paus Teluk Saleh dinilai memiliki potensi besar menjadi contoh pengelolaan konservasi yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.
Pelaku wisata di Desa Calabai, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Kristian, menyambut positif rencana tersebut. Menurutnya, konservasi hiu paus akan meningkatkan daya tarik wisata Teluk Saleh sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.
Ia berharap seluruh pihak tetap mengedepankan aturan konservasi sehingga aktivitas wisata berlangsung tertib, aman, dan tidak mengganggu habitat hiu paus.
Dengan pengelolaan yang tepat, Teluk Saleh diyakini mampu menjadi destinasi wisata bahari unggulan yang dikenal hingga tingkat internasional.
Kristian optimistis kolaborasi pemerintah dan masyarakat akan menjaga kelestarian hiu paus sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga pesisir berkelanjutan.


Komentar