Pendidikan
Beranda / Pendidikan / IMTAQ SDN 28 Melayu Tebar Sejuk di Pagi Penuh Doa

IMTAQ SDN 28 Melayu Tebar Sejuk di Pagi Penuh Doa

Kegiatan IMTAQ SDN 28 Melayu (Foto: Ji)
Kegiatan IMTAQ SDN 28 Melayu (Foto: Ji)

Kota Bima, Radardemokrasi.com – IMTAQ SDN 28 Melayu menjadi semangat yang mengawali aktivitas pendidikan di SDN 28 Melayu, Kota Bima, Jumat, 24 Juli 2026.

Sejak pagi, suasana sekolah berubah teduh. Puluhan siswa dan siswi berbaris rapi di halaman sekolah dengan alas terpal sederhana.

Mereka mengikuti kegiatan IMTAQ dan Sholat Dhuha berjamaah dengan penuh kekhusyukan. Tidak ada kemewahan yang tampak.

Justru kesederhanaan itulah yang memancarkan makna mendalam tentang pendidikan karakter yang tumbuh dari kebiasaan baik.

Sujud demi sujud yang dilakukan anak-anak menjadi gambaran bahwa sekolah tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga menanamkan nilai spiritual sebagai bekal kehidupan. Wajah-wajah polos para peserta didik terlihat tenang mengikuti setiap rangkaian ibadah hingga selesai.

Jumat Wajib SMPN 5 Pekat Tebar Cahaya Tambora

Kesederhanaan kegiatan tersebut mencerminkan keikhlasan para guru dalam membimbing peserta didik. Tanpa panggung megah dan seremonial berlebihan, nilai-nilai disiplin, kebersamaan, serta kecintaan kepada ibadah ditanamkan melalui teladan yang dilakukan secara rutin.

Seorang guru yang enggan disebutkan namanya mengatakan kegiatan IMTAQ dan Sholat Dhuha bersama telah menjadi agenda rutin sekolah. Menurutnya, pembiasaan itu diharapkan mampu membentuk karakter peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, santun, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.

Keceriaan juga terlihat dari para siswa. Mereka mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena dapat beribadah bersama teman-teman sebelum memulai proses belajar mengajar di kelas. Suasana yang tenang membuat mereka merasa lebih siap menerima pelajaran.

Apresiasi datang dari warga sekitar sekolah. Rita Kumala Sari mengaku bangga melihat kebiasaan positif yang terus dipertahankan SDN 28 Melayu. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi contoh baik bagi lingkungan sekitar karena pendidikan sejati bukan hanya mengasah kecerdasan, tetapi juga membentuk akhlak sejak usia dini.

Di tengah derasnya tantangan zaman, langkah sederhana yang dilakukan SDN 28 Melayu menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa dapat dibangun dari halaman sekolah, melalui doa yang khusyuk, keteladanan guru, dan senyum tulus anak-anak yang menjemput ilmu dengan hati bersih.

IMTAQ Pagi SMKN 1 Manggelewa Bangun Karakter Siswa

Semangat kebersamaan itu diharapkan terus tumbuh mengiringi perjalanan pendidikan generasi penerus.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *