Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Investasi NTB Melonjak, UMKM Jadi Mesin Pertumbuhan

Investasi NTB Melonjak, UMKM Jadi Mesin Pertumbuhan

optimisme ekonomi dengan UMKM (Foto: MT)
optimisme ekonomi dengan UMKM (Foto: MT)

Mataram, Radardemokrasi.com – Investasi NTB Melonjak menjadi kabar menggembirakan bagi perekonomian daerah. Hingga Semester I Tahun 2026, realisasi investasi mencapai sekitar Rp32,8 triliun atau 51,25 persen dari target tahunan sebesar Rp64 triliun.

Investasi NTB Melonjak sekaligus menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Nusa Tenggara Barat.

Capaian tersebut disampaikan dalam konferensi pers Realisasi Investasi Triwulan II dan Semester I Tahun 2026 di Bale Kita, Mataram, Kamis (6/8). Ketua Dekranasda NTB, Sinta M. Iqbal, menegaskan keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya ditopang perusahaan besar, tetapi juga ribuan pelaku UMKM yang terus menggerakkan ekonomi masyarakat. Investasi NTB Melonjak juga menjadi bukti bahwa usaha kecil mampu memberi kontribusi nyata.

Menurut Sinta, keberanian pelaku UMKM untuk terus belajar, berinovasi, dan mengambil risiko menjadi modal penting menghadapi persaingan. Karena itu, Dekranasda menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Koperasi dan UMKM untuk menghadirkan pembinaan terpadu, mulai dari kurasi produk, peningkatan kualitas, hingga penguatan kapasitas usaha.

Investasi NTB Melonjak harus dibarengi peningkatan daya saing pelaku usaha lokal.
Dekranasda juga mendorong kemudahan perizinan agar masyarakat semakin berani memulai usaha. Salah satu keberhasilan pembinaan terlihat di Desa Ekspor Aik Bukak, Lombok Tengah. Produk olahan kemiri hasil kelompok perempuan desa kini menembus pasar Jepang dan Arab Saudi, bahkan pernah menolak permintaan Belanda karena keterbatasan produksi.

NTB Perkuat Ekosistem UMKM, Naik Kelas Bersama

Sementara itu, Kepala DPMPTSP NTB, Irnadi Kusuma, menyebut lonjakan investasi tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

PMDN masih mendominasi investasi, sedangkan Kabupaten Sumbawa Barat menjadi penyumbang terbesar, disusul Dompu dan Lombok Tengah. Investasi NTB Melonjak juga ditopang sektor ESDM, pariwisata, perdagangan, dan ekonomi kreatif.

Dengan sinergi pemerintah, dunia usaha, dan UMKM, Investasi NTB Melonjak diyakini menjadi fondasi kuat pertumbuhan ekonomi NTB yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Keberhasilan tersebut diharapkan semakin menarik minat investor baru, memperluas lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat pemerataan pembangunan ekonomi di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Jarot Dorong IWAPI Jadi Motor Ekonomi Perempuan Sumbawa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *