Nasional
Beranda / Nasional / Kodam XXX/Rinambora Diresmikan, NTB Masuki Babak Baru

Kodam XXX/Rinambora Diresmikan, NTB Masuki Babak Baru

Peresmian Kodam XXX (Foto: MT)
Peresmian Kodam XXX (Foto: MT)

Dompu, Radardemokrasi.com – Kodam XXX/Rinambora resmi menjadi bagian dari struktur pertahanan nasional setelah ditetapkan sebagai salah satu dari enam Kodam baru yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto dalam Upacara Puncak HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta.

Bagi Nusa Tenggara Barat, momentum tersebut bukan sekadar seremoni militer. Kehadiran Kodam XXX/Rinambora menandai perubahan penting dalam struktur komando kewilayahan, setelah sebelumnya NTB berada di bawah teritorial Kodam IX/Udayana.

Kodam baru itu membawahi seluruh wilayah Provinsi NTB.

Nama Rinambora diambil dari dua gunung yang menjadi ikon daerah, yakni Rinjani dan Tambora. Mayjen TNI Edi Saputra dipercaya menjadi Pangdam pertama.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyebut pembentukan Kodam tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat pertahanan sekaligus koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat.

Solidaritas KR-BNN, Bali dan NTB Bergerak untuk NTT

“Alhamdulillah, diresmikannya KODAM Rinambora akan semakin menguatkan kebersamaan TNI dan seluruh komponen. Pemerintah Daerah, Pemda, TNI, dan Polri dan rakyat itu harus selalu bersama-sama. TNI milik rakyat, TNI harus tetap bersama rakyat,” kata Iqbal saat menghadiri upacara HUT ke-81 TNI di Lapangan Trisula Yonif 742/Satya Wira Yudha, Kota Mataram, Senin (5/10).

Menurutnya, keamanan dan keutuhan bangsa merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi seluruh unsur menjadi fondasi untuk menciptakan rasa aman sekaligus memastikan pembangunan NTB terus bergerak menuju NTB Makmur Mendunia.

Di sisi lain, Komandan Korem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief saat membacakan amanat Panglima TNI menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan rakyat.

Mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, Panglima TNI mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan kehormatan sekaligus amanah.

Prajurit TNI diminta terus meningkatkan kompetensi, kesiapan, dan profesionalisme di tengah perubahan lingkungan strategis, termasuk ketidakpastian global, dinamika informasi, serta ancaman terhadap keutuhan wilayah.

Gawai Anak dan Bayang-Bayang Radikalisme Digital di NTB

Lima nilai ditekankan sebagai pedoman pengabdian, yakni profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif.

Khusus nilai integratif, TNI diminta membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa agar kekuatan pertahanan menjadi bagian dari kekuatan nasional dalam menjaga stabilitas, mengawal pembangunan, dan mempertahankan kedaulatan Indonesia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *