Sumbawa, Radardemokrasi.com – Negara Hadir untuk Rakyat menjadi pesan utama ketika Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama jajaran TNI meluncurkan program 2.500 titik Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih, Kamis, 13 Agustus 2026. Peluncuran berlangsung di Dusun Kapassari, Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, dengan dihadiri berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat.
Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, hadir bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Moyo Hilir beserta jajaran, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran Kodim 1607 Sumbawa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan penerimaan Camat Moyo Hilir Widodo, ST., M.Si. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Dandim 1607 Sumbawa Letkol Kav. Basofi Cahyowibowo, ST.
Kolaborasi pemerintah dan TNI menjadi bagian penting dalam program tersebut. Pembangunan jembatan diarahkan untuk memperkuat konektivitas wilayah, sementara penyediaan air bersih menyasar kebutuhan dasar masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses.
Di hadapan masyarakat, Bupati Sumbawa menegaskan bahwa pembangunan tidak semestinya berhenti sebagai angka dalam program pemerintah. Infrastruktur harus hadir dalam bentuk yang dapat digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh warga.
Pesan itu kemudian berlanjut dalam agenda Zoom Meeting bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Pertemuan virtual tersebut menjadi bagian dari rangkaian peluncuran program secara nasional.
Dari Moyo Hilir, pembangunan infrastruktur dasar itu diharapkan menjadi pintu bagi aktivitas masyarakat yang lebih mudah.
Jembatan dapat memperlancar mobilitas warga, sementara akses air bersih berkaitan langsung dengan kesehatan dan kualitas kehidupan sehari-hari.
Namun, tantangan sesungguhnya berada setelah seremoni. Infrastruktur membutuhkan pemeliharaan, pengawasan, serta kepastian agar manfaatnya tidak berhenti ketika acara peluncuran selesai.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengguntingan pita oleh Bupati Sumbawa yang didampingi Kapolres Sumbawa dan Dandim 1607 Sumbawa. Prosesi tersebut menjadi tanda peresmian jembatan sekaligus penanda dimulainya pemanfaatan infrastruktur bagi masyarakat.
Peluncuran 2.500 titik jembatan dan 3.000 titik air bersih akhirnya menempatkan pembangunan dasar sebagai pekerjaan yang harus terus dikawal. Sebab, keberhasilan program pemerintah bukan diukur dari meriahnya peluncuran, melainkan dari perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat di lapangan.


Komentar